
| Jumat, 21 November 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Mobil Pribadi Saling SalipSLAWI - Kemacetan di ruas jalan Kendanghaur-Lohbener, Cirebon, Jawa Barat, kemarin, berdampak buruk bagi kelancaran arus yang hendak memasuki Jateng. Sebab, begitu ada kesempatan lolos dari kemacetan, ribuan kendaraan pemudik yang masuk ke Jateng dari Losari hingga perbatasan Kabupaten Tegal dan Pemalang berebutan. Pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi saling salip. Mereka seperti ingin meninggalkan jauh-jauh kemacetan yang sangat menjenuhkan dan membuat lelah selama perjalanan pulang kampung. Kapolres Tegal AKBP Drs Moch Iriawan mengamati kepadatan arus mudik lewat udara menggunakan helikopter Colibri bersama Komandan Skadron 7 Lanud Surya Dharma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Letkol Pnb Dumex Dharma, dan Dansat Radar Tegal Letkol TNI AU Untung. Dia melihat kemembeludakan arus kendaraan pada H-5, kemarin. Sejumlah kapolsek, Kabag Ops AKP Zaenal Mutakin, Kasatsamapta AKP NGK Putra, Kasatlantas AKP Yuddi Riawan SH, dan Kasatbinamitra AKP Moh Sudjoko yang memantau dari udara dengan helikopter Colibri (dua buah), EC 120 B (dua buah), dan Seloy B47G (empat buah) milik Skadron 7 Surya Dharma juga mendapatkan kenyataan serupa. Kapolres Tegal menuturkan arus kendaraan roda dua yang terpantau kemarin 55 unit/menit. Kendaraan roda empat sekitar 35 unit/menit. ''Arus kendaraan hari ini (Kamis 20/11 kemarin-Red) seperti mengalami puncak. Karena, jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Dalam kondisi normal kendaraan roda dua hanya 20 unit/menit. Adapun roda empat 12 unit/menit,'' kata AKBP Drs Moch Iriawan, didampingi Kasatlantas AKP Yuddi Riawan SH, kemarin. Dijaga Ketat Setelah melihat peningkatan kepadatan arus kendaraan pemudik dari udara, Kapolres berkoordinasi untuk menjaga titik-titik kemacetan. Begitu turun dari helikopter dia memerintahkan penjagaan ketat titik rawan kemacetan, terutama di jalur menyempit sepanjang 3,1 km. Jalur itu berada di Demangharjo hingga Suradadi. Di jalur itu, kata dia, ditempatkan dua pos keamanan terpadu untuk mengatur kepadatan arus lalu lintas yang terjadi setiap saat. Antisipasi jajaran Polres Tegal memang tepat. Terbukti, sekitar pukul 09.00, saat kemacetan di Cirebon, Jawa Barat, dapat diurai, jalur menyempit di lokasi itu sekitar pukul 13.00 diserbu ribuan kendaraan roda dua dan roda empat berupa mobil pribadi, truk, dan bus. Karena sejak awal telah diantisipasi, kekhawatiran bakal terjadi kemacetan di jalur menyempit dapat diatasi. Polisi tetap dapat mengendalikan arus kendaraan, kendati agak tersendat. Kalau terjadi kemacetan, sejauh pantauan Suara Merdeka, akibat pembuatan jalur penyeberangan di depan Pasar Suradadi. Kendaraan dari barat yang biasa berjalan dua lajur kemarin selama satu jam berjalan satu lajur. Karena lajur lain untuk kendaraan dari arah berlawanan. ''Pembangunan zebra cross juga untuk memberikan kenyamanan ke penyeberang jalan. Selain itu mempermudah pengaturan lalu lintas. Pengerjaannya sebentar sehingga tidak begitu mengganggu pengguna jalan,'' kata Kapolres Tegal Dia menyatakan puncak kepadatan arus kendaraan pemudik diperkirakan terjadi Jumat (21/11) hari ini sampai H-1 Senin (24/11) depan. Untuk mengantisipasi kerawanan kemacetan, dia selalu memantau kondisi arus di Cirebon, Brebes, dan Kota Tegal.(D12-34g) |