
| Jumat, 21 November 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Dishubpar Diminta Antisipasi Kecelakaan LautJEPARA-Pesta lomban kupatan menjadi momentum strategis untuk pengembangan pariwisata, sehingga jika salah menangani akan menjadi bumerang. ''Oleh karena itu, Komisi B menghendaki agar momentum ini digunakan sebaik-baiknya. Pengunjung yang sudah mulai berdatangan pada Idul Fitri hingga sesudah pelaksanaan, betul-betul dapat merasakan semboyan Sapta Pesona Pariwisata.'' Demikian kesimpulan rapat kerja Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD Jepara dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Teguh Supurbo, Kamis kemarin. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi Zainul Arifin juga memberikan peringatan kepada Dishubpar dan panitia pesta lomban, agar melakukan antisipasi kecelakaan, khususnya kecelakaan laut. Kelaikan dan ketersediaan alat-alat keselamatan penumpang bagi perahu yang ikut pesiar laut, agar dilakukan pemantauan secara cermat. Pesta lomban atau biasa disebut syawalan adalah pestanya warga pesisir Jepara, yang dimulai 1 Syawal (Idul Fitri) sampai puncaknya bada kupat yang jatuh pada 8 Syawal. Ajang keramaian dipusatkan di taman wisata Pantai Kartini. Yang jadi persoalan, tahun 2003 ini Dishubpar melakukan renovasi total objek wisata pantai Kartini. Sehingga, pada saat pesta lomban, kondisinya masih nampak semrawut, dengan material bangunan berceceran di beberapa tempat. Sebab, tidak semua proyek bisa selesai. Contohnya, pembangunan akuarium raksana yang berbentuk kura-kura. Menurut Pemimpin Proyek, Budi Utomo, tahun ini baru dimulai sepertiganya. Sedangkan sisanya direncanakan akan dilanjutkan tahun 2004 dan 2005. Tambah 50 Rambu: Sementara itu, Bupati H Hendro Martojo didampingi sejumlah pejabat, melakukan pemantauan arus mudik di Terminal Jepara. Ketika berdialog dengan Bupati, petugas jaga (gabungan) minta disediakan tempat tidur lipat. Pemantaun dilanjutkan ke perempatan (jalan lingkar) Mojo, Desa Bawu, Kecamatan Tahunan. Kasubdin Perhubungan Darat, Dishubpar, Wahyu Jatmiko mengatakan, sepanjang jalur Mayong dan Welahan hingga Kelet (Keling) ada kekurangan 50 rambu lalu lintas. ''Jika dihitung semua, kurangnya ratusan. Ini yang sifatnya sangat penting dan mendesak, misalnya untuk tikungan, pertigaan, dan tempat rawan kecelakaan. Rambu akan dipasang Jumat (hari ini-Red),'' kata Wahyu. Bupati juga meninjau Terminal Pecangaan dan Welahan. Bupati berdialog dengan para sopir dan petugas Posko Lebaran. (kar-49) |