logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 21 November 2003 Budaya  
Line

Kambing Congek Jatuh Cinta

SEBUAH film remaja bertema cinta, kembali bakal meramaikan layar lebar. Hari ini, Jumat (21/11) secara serentak di sejumlah kota besar di Indonsia, film tersebut, Eiffel I'm In Love, diputar. Antara lain di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Palembang.

Film yang berkisah tentang konflik remaja dan orang tuanya itu, berambisi dapat menyaingi kepopuleran film Ada Apa dengan Cinta? (A2dC) yang gaungnya masih terasa hingga sekarang.

Film yang disutradarai Nasri Cheppy itu, sengaja memasang bintang-bintang muda yang kebanyakan datang dari model iklan dan sinetron. Sebut saja Samuel Rizal, yang berperan sebagai Adit, Shandy Aulia (iklan burket) sebagai Tita, Yogi Finanda (sebagai Ergi), Shafira Indah (Uni), hingga Shakira sebagai Nanda.

Hadir pula Titi Kamal, yang sudah menoreh sukses di dunia akting dan dunia model. Namun, pemeran Maura dalam A2dC? itu kapasitasnya bukan sebagai pemeran utama, tapi hanya kebagian porsi kecil sebagai gadis model bernama Intan, yang muncul kurang dari lima menit.

Selain itu, film tersebut juga didukung oleh aktor senior Didi Petet sebagai Oom Reza. Hadir pula nama-nama selebritas dan presenter hingga pelawak yang terkenal; di antaranya Helmy Yahya (sebagai Papa Tita), Venna Annisa (Eni), Prapto Mpek-Mpek (Pak Udin), Luluk Purwanto (Bu Icha), Hilda Arifin (Bunda Tita), dan Tommy Kurniawan (Alan).

Kambing Congek

Kisah Eiffel I'm In Love, dibuka oleh seorang gadis bernama Tita. Ibunya sangat protektif, sehingga menyebabkan gadis itu menjadi anak yang paling ketinggalan zaman di sekolahnya. Setidaknya, itu yang Tita pikir tentang dirinya. Baginya, saat-saat ia menjadi kambing congek di antara teman-teman yang sibuk membahas acara malam mingguan mereka, adalah saat-saat yang paling menyiksa. Hal itu dilaluinya hampir setiap Senin --ketika semua remaja membahas kegiatan akhir pekannya--, pada saat upacara pengibaran bendera.

Dunianya hanya sebatas pagar rumahnya. Pelariannya hanya kepada sahabat kentalnya, Nada dan Uni, serta Ergi, pacar yang tak diketahui ibunya. Sampai satu hari kedatangan Oom Reza dan putranya, Adit, dari Prancis membuka pintu masalah baru untuk Tita. Oom Reza yang teman main ayah Tita, berencana menjodohkan anak-anak mereka.

Hancurlah impian Tita untuk mendapatkan seorang suami yang baik, pengertian, hangat, ramah, dan romantis. Sedangkan Adit adalah perpaduan antara orang aneh dan menyebalkan. Hari-hari Tita terasa penuh dengan siksa; apalagi kamar Adit bersebelahan dengan kamarnya.

Bagi Tita, Adit adalah cowok yang paling menyebalkan sedunia. Melihat muka Adit saja, sudah membuat perut Tita mual. Tapi bagi sahabatnya, Uni dan cewek-cewek lainnya, Adit adalah cowok paling sempurna yang pernah ada di dunia. Dalam waktu sekejap, Adit berhasil menarik simpati semua orang selain Tita. Sampai kemudian, ia menemukan Adit berpacaran dengan Uni.

Cuma 10 Persen

Meskipun memakai kata Eiffel sebagai judul, namun syuting di kota Paris hanya 10 persen dari total film. Sisanya dilakukan di Jakarta. Ceritanya ditulis oleh Rachmania Arunita, seorang novelis remaja berusia 18 tahun. Skenario diambil dari novel berjudul sama, yang ditulis Nia ketika ia berumur 15 tahun.

Film itu, diproduksi oleh PT Soraya Intercine Film dengan produser oleh Raam Soraya bersama putranya, Sunil Soraya. Menurut Nasri Cheppy, proses syuting saat di Paris hanya berlangsung seminggu. ''Tapi hasilnya sangat memuaskan,'' ujarnya. Mereka --13 kru-- berangkat ke Paris akhir Juli 2003 lalu. Sammy, sapaan Samuel Rizal, mengaku amat senang syuting di Paris, kota yang asing baginya.

''Orang-orangnya cuek, jadi syuting nggak terganggu,'' katanya, mengaku terkenang atas pengalaman lucu ketika syuting . Yaitu, saat syuting adegan obrolan Tita dan Adit di depan menara Eiffel dilakukan; ketika lampu menara menyala. Pada saat itu, ada dialog yang terlupa. Padahal lampu menara hanya menyala setiap jam. Maka, mereka pun harus menunggu lampu menyala kembali sebelum syuting diulang.

Kejadian lucu lain, adalah saat Sammy harus mencium Shandy. Shandy terlihat masih malu-malu. ''Bibir Shandy kelihatannya jadi lucu banget. Belum-belum sudah monyong, dan muter ke kiri ke kanan. Tapi setelah disemangati, adegan itu pun dapat dilalui dengan baik,'' kenangnya.

Pasangan musikus Melly Goeslaw dan Anto Hoed, dipercaya untuk menggarap album soundtrack film Eiffel I'm in Love tersebut. Sebelumnya, mereka sukses menggarap soundtrack film A2dC. Untuk saat ini, Melly dan Anto sudah berhasil menyelesaikan sekitar 11 lagu. Bahkan single pertama berjudul "Pujaanku", sudah dibuatkan klip videonya dengan sutradara Lasya dari Four C Production.

Dalam lagu itu, Melly berduet dengan Jimmo, penyanyi pendatang baru yang memang sengaja dicari Melly lewat audisi yang dilakukannya belum laa ini.

Benarkah film remaja tersebut mampu mengungguli A2dC? Saksikan, dan nikmati ceritanya.(tn-41)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA