logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 15 November 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Diselidiki, Hubungan Ny Lie dengan Sopirnya

  • Pembunuhan Pengusaha Jual-Beli Mobil

MAGELANG-Meskipun sudah mengaku dirinya menyuruh sopirnya menganiaya suaminya hingga mengakibatkan korban tewas, polisi masih memeriksa tersangka lagi untuk membuka tabir kemungkinan ada pihak lain yang terlibat.

''Juga untuk mengetahui, apakah antara Ny Lie Hong Hua (43) dan sopirnya, M Afan (30), ada hubungan khusus, sehingga Afan bersedia menjadi eksekutor,'' ujar Kasatreskrim Polresta Magelang AKP Widada SH, kemarin.

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Jumat (14/11), Polresta Magelang berhasil membongkar pembunuhan Sutopo (47), dalam waktu dua hari sejak mayat pengusaha jual-beli mobil tersebut ditemukan tewas Selasa (11/11).

Kasus itu terbongkar diawali dengan kecurigaan polisi, karena tidak adanya percikan darah di dinding dan jok Daihatsu GT R-8811-D yang digunakan untuk membuang mayat korban di Jalan Gatot Subroto, Magelang.

Kecurigaan tersebut terbukti di rumah korban di Jalan Anggrek I/158 Kemirirejo, Magelang. Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng menemukan percikan darah Sutopo di nat ubin ruang tamu.

Kepada polisi, Lie mengaku dirinya yang menyuruh Afan menganiaya Sutopo, karena khawatir harta gono-gini jatuh ke tangan Eni Yuni Sulistyaningsih (25) yang menjadi WIL (wanita idaman lain) suaminya sejak sembilan tahun silam.

Namun penganiayaan itu berubah menjadi pembunuhan, karena ketika dipukul palu sekali, korban melawan. Dipukul kali yang kedua, masih melawan. Setelah dipukul kali yang ketiga, korban langsung tewas.

Hasil Autopsi

Kapolresta Magelang, AKBP Drs Imron Korry, melukiskan hasil autopsi terhadap mayat korban. Kepala Sutopo luka robek pada bagian depan dan belakang, akibat kekerasan benda tumpul.

Seluruh permukaan atap kepala memar dan tulang atap kepala pecah. Juga, pendarahan di bawah selaput otak dan dasar tulang tengkorak bagian kanan pecah.

Hasan Suryo Yudho SH, penasihat hukum Lei dan Afan, menandaskan kliennya tidak memiliki hubungan khusus, kecuali sekadar majikan dan sopir.

Menurut dia, penderitaan Lie sebenarnya bukan dimulai sembilan tahun lalu, atau sejak suaminya memiliki WIL. Tetapi beberapa tahun sebelumnya, korban juga sudah sering menganiaya Lie. Apalagi setelah memiliki WIL, Lie semakin teraniaya.

''Korban temperamental. Sering menganiaya fisik istrinya. Namun derita tersebut hanya disimpan Lie di lubuk hatinya. Lie mengungkapkan keinginannya memberikan pelajaran kepada suaminya, melalui Afan, agar Sutopo kembali menyayangi keluarga seperti dulu lagi,'' tutur Hasan.

Afan menyanggupi, meski tanpa imbalan. Sebab, dia lama menjadi sopir Sutopo sehingga mengetahui persis perbedaan perlakuan majikannya itu, antara terhadap Lie dan WIL-nya.

Atas dasar tersebut, Hasan Suryo Yudho SH meminta penyidik dan masyarakat menghormati asas praduga tak besalah. (pr-76s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA