logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Sala  
Line

Kepala DLLAJ Diminta Mundur

  • Awak Angkuta 02 Demo

KARANGASEM - Merasa jengkel karena beberapa tahun jalurnya dilintasi angkutan kota (angkuta) 03, puluhan awak angkutan jalur 02 dengan trayek Pasar Klewer-Tirtonadi-Banyuanyar, kemarin menggelar demo ke DPRD Surakarta.

Kepada wakil rakyat mereka menyampaikan tuntutan agar Kepala DLLAJ Ponco Wibowo SH SpN mundur dari jabatannya. Sebab, dia membiarkan terjadi impitan jalur yang dianggap merugikan awak angkuta 02.

Tiba di kompleks Gedung Dewan sekitar pukul 10.00, para awak itu memarkir puluhan kendaraannya. Berbagai spanduk dan poster tuntutan yang semula tertempel di mobil kemudian dibawa turun dan dipampangkan saat memasuki rumah rakyat itu. Di antara poster itu bertulisan ''Ponco DLLAJ, pimpinan mencla-mencle'', ''Buka Lowongan Gantikan Ponco'', ''Tegakkan Trayek'', dan ''O2 Minta Keadilan''.

Beberapa petugas Sekretariat Dewan (Sekwan) meminta mereka masuk ke ruang paripurna. Karena lama menunggu anggota Dewan tak segera hadir, sebagian besar di antara mereka keluar. Selang 15 menit kemudian, puluhan awak angkuta itu kembali masuk ke Gedung Dewan sambil berteriak-teriak ''Mana Ponco....Turunkan Ponco....''

Tak berapa lama, Wakil Ketua DPRD HM Yusuf Hidayat dan Letkol CHB H Siswandi serta anggota Komisi D Udiyanto Kusrin menemui para pendemo. Kasubdin Angkutan Tri Puguh Priyadi SH dan Kasubdin Lalu Lintas Drs Y Herman Sudrajat turut mendampingi. Dalam forum itu terungkap, para awak angkuta itu memprotes keberadaan angkutan 03 yang rutenya saat ini ada yang berimpitan dengan rute angkuta 02.

Anak Emas

Karena dibiarkan, tindakan itu berlangsung terus. Bahkan kemudian para pengurus angkuta 03 mengajukan trayek tambahan lewat jalur itu, dan diberi lampu hijau oleh DLLAJ.

''La ini ada apa antara DLLAJ dan angkuta 03? Kok mereka seperti anak emasnya saja,'' ujarnya.

Rekannya sesama awak angkuta 02, Bambang, menambahkan, pihaknya meminta agar jalur angkutan 03 dikembalikan lagi seperti jalur semula, yakni tidak lewat terminal. ''Kami minta pengembalian jalur siluman itu, tanpa nego apa pun. Sebab, masalah ini sudah berkali-kali didialogkan, tetapi tidak ada hasilnya. Kami disepelekan dan pejabatnya mencla-mencle.''

Atas berbagai lontaran itu, Yusuf Hidayat yang meminpin pertemuan memberi waktu bagi Puguh Priyadi mewakili DLLAJ untuk memberikan penjelasan. ''Tidak ada jalur transportasi yang angkuta tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang. Kalau kami diminta melarang jalur 03 menaikkan/menurunkan penumpang di Jalan Setiabudi, tentu tidak bisa,'' kata Puguh.

Hal itu langsung ditimpali para pendemo. ''Cabut saja trayek 03 dan kembalikan ke jalurnya semula. Kalau trayek melewati terminal itu resmi, kami tak masalah. Tetapi trayek itu kan susulan, siluman.'' (D11-17k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA