logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Sala  
Line

Pembunuh Mbah Temu Kenal dengan Korban

MALANG nian nasib Mbah Temu (70). Menjelang Lebaran, nenek renta warga RT 14 RW 7 Blimbing, Desa cangkol, Plupuh, itu dihabisi perampok di rumahnya. Padahal, dia baru saja memperoleh rezeki karena mendapat arisan kampung Rp 800.000. ''Saloke arep takenggo mitrahi putu-putu (Sebagian akan saya gunakan untuk zakat fitrah kepada para cucu),'' kata Mbah Temu kepada tetangganya, sebelum peristiwa itu terjadi.

Namun belum sempat membelanjakan uang, rahangnya dihantam benda tajam (diduga kapak) oleh perampok. Nenek yang biasa jalan pagi ke pasar itu tewas seketika. Sebelum dibunuh, Selasa pukul 06.00 dia berbelanja ke Pasar Plupuh. Pulang dari pasari dia diantar pengojek Teno. Teno menurunkan dia di tepi jalan. Sekitar pukul 07.30 dia ditemukan tewas terkapar (Suara Merdeka, 12/11).

Sebuah cincin berbentuk spiral 10 gram miliknya juga raib. Perampok itu kini dilacak polisi. ''Untuk menguak penyebab kematian jenazahnya diautopsi di Laboratorium Forensik UNS Sebelas Maret Solo,'' tutur Kasat Reskrim AKP Widjiono SH MHum, kemarin.

Meski hanya mendapatkan petunjuk dan bukti sangat minim, Widjiono tampaknya yakin perampok adalah orang yang mengenal korban. Atau, setidaknya berumah tak jauh dari rumah korban. (Anindito AN-34g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA