
| Kamis, 13 November 2003 | Sala |
Parpol Diizinkan Dirikan Pos KeamananMANAHAN - Rencana partai politik untuk membantu pengamanan pada masa Lebaran, kata Kapolresta Surakarta AKBP Drs Lutfi Lubihanto, tidak akan dilarang. Sepanjang untuk kepentingan sosial, hal itu tidak bermasalah. ''Justru polisi akan berkoordinasi dengan mereka untuk pengamanan Lebaran ini,'' ujarnya. Beberapa waktu lalu, lanjut Lutfi, Kapolda Jateng mengarisbawahi tentang tugas satgas parpol dengan pertimbangan agar hal itu dilakukan untuk kepentingan internal partai. ''Namun, sepanjang untuk pengamanan dan pelayanan masyarakat, hal itu tidak masalah,'' tandasnya. Meski beberapa tokoh partai berencana mendirikan pos, tutur Kapolresta, tentu perlu koordinasi untuk menyamakan persepsi. ''Jika mereka akan mendirikan pos, kita lihat format atau kemasannya,'' tandas dia, kemarin. Dukungan dari mereka diharapkan dapat meringankan beban polisi. Dia mengakui, saat ini telah ada permintaan penambahan pos pengamanan, tapi hal itu belum ada rencana. Sebab, polisi sudah menyiapkan beberapa poskotis dan mulai Sabtu (15/11) mendatang akan diaktifkan. ''Lima pos berada di Jurug, Pertigaan Faroka, depan Terminal Tirtonadi, Pasar Klewer, Stasiun Balapan-Solo, dan tiga pos tambahan lain. Pos itu dibentuk dan berorientasi pelayanan Polri. Selebihnya menggerakkan kegiatan Kamtibmas seperti Kelompok Sadar Kamtibmas dan lain-lain. ''Saya rasa itu cukup untuk meng-cover keamanan,'' tandasnya. Langkah-langkah kepolisian itu diambil setelah diadakan rapat koordinasi dengan Muspida, Selasa (11/11) lalu di Mapolresta. ''Dalam rapat itu dibahas cara bertindak, target, sasaran arah pengendalian, termasuk mengamankan berbagai obyek vital, seperti tempat ibadah dan lain-lain.'' Soal usulan masyarakat mendirikan pos, Kapolresta sependapat dengan rencana tersebut. ''Kan kami tinggal mengakomodasi usulan itu,'' ujarnya. (G11-17e) |