logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Sala  
Line

''Pengemudi Tidak Boleh Dipocok''

  • Persiapan Angkutan Lebaran

TIRTONADI - Para pengusaha angkutan umum, khususnya bus, diminta menugaskan pengemudi yang siap mengoperasionalkan kendaraan mereka. Selain itu di dalam bus harus disediakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) dan martil.

Imbauan sekaligus peringatan itu disampaikan Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLJ) Surakarta, Ponco Wibowo SH SpN. Dia menyatakan hal itu saat mendampingi Wakil Wali Kota J Soeprapto menginspeksi mendadak Terminal Bus Induk Tirtonadi, Stasiun Solo-Balapan, dan Pasar Gede, kemarin.

Inspeksi juga diikuti Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Drs Rusmanto, Kepala DPU Ir Sundjojo, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs Zaenal Mustafa.

Dia mengemukakan selama ini banyak kecelakaan diakibatkan faktor manusia. Salah satunya adalah kekurangsiapan pengemudi angkutan menjalankan kendaraan.

''Banyak pengemudi diganti kernet atau kondektur selama menempuh perjalanan. Untuk menjamin keselamatan penumpang, saya meminta pengusaha menugaskan awak angkutan yang sesuai dengan tugasnya. Pengemudi tidak boleh dipocokke orang lain,'' ujar dia.

Da menyatakan menghadapi angkutan Lebaran kali ini sudah melakukan operasi laik jalan armada angkutan umum penumpang dan barang. Razia di Terminal Tirtonadi untuk mengontrol kesiapan administrasi dan teknik, antara lain buku kir, STNK, SIM, dan izin trayek. Juga mengontrol kondisi bus seperti rem, ban, kaca, dan mesin.

''Kalau ada yang tidak lengkap dan kondisi teknis tidak memungkinkan kami tunda keberangkatannya,'' kata dia.

Tanggung Jawab

Pengemudi bus tidak boleh dipocokke, kata Ponco, karena merekalah awak angkutan yang paling bertanggung jawab atas kendaraannya. Selain itu, dia berharap pengemudi harus sehat dan segar.

''Kami akan mengecek fisik pengemudi. Apakah secara fisik mereka siap menjalankan kendaraan atau suka mabuk-mabukan. Jangan sampai pengemudi dipaksa bertugas dalam kondisi tidak prima karena tanggung jawabnya menyangkut keselamatan orang lain,'' katanya.

Pada saat mendampingi Wakil Wali Kota di terminal, Ponco menguraikan kesiapan aparatnya menghadapi angkutan Lebaran. Persiapan dilakukan dengan koordinasi intern dan ekstern dengan instansi terkait. Dia menugaskan 234 orang aparat DLLAJ. ''Koordinasi ekstern kami lakukan dengan polisi dan TNI untuk menyelenggarakan posko terpadu Lebaran.''

Di Terminal Bus Induk Tirtonadi, kata dia, selama ini setiap hari beroperasi 1.454 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan kapasitas 127.000 tempat duduk. Pada masa Lebaran dia perkirakan 1.864 bus. Bus antarkota dalam provinsi (AKDP) 3.108 unit pada hari biasa dengan kapasitas 36.000 tempat duduk dan pada masa Lebaran setiap hari 4.031 bus.

''Diperkirakan kapasitas armada termasuk bus lintas pulau 177.000 penumpang. Bila dioperasikan 80% atau sekitar 142 tempat duduk, angkutan Lebaran masih bisa dilayani.'' (sri,G18-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA