
| Kamis, 13 November 2003 | Olahraga |
Paus Paulus Berkati Timnas Italia
ROMA - Impian pelatih tim nasional (timnas) Italia Giovanni Trapattoni untuk bertemu langsung dengan Paus Yohanes Paulus II, pimpinan tertinggi Gereja Katolik, akhirnya terkabul. Timnas Italia dan Polandia diterima Paus di Vatikan menjelang kedua tim itu melakukan pertandingan persahabatan, kemarin. Duel persahabatan antara Italia dan Polandia itu dimainkan di Warsawa, Kamis dini hari WIB tadi. Trapattoni sudah lama ingin anak-anak asuhannya diberkati Paus. Bekas pelatih Juventus ini berharap Fabio Cannavaro dkk mendapat tambahan semangat dan keberuntungan, terutama pada putaran final Piala Eropa 2004. Sejak merebut Piala Dunia 1982, Squadra Azzurra belum pernah merebut trofi bergengsi. Mereka selalu gagal di Piala Dunia 1986, 1990, 1994, 1998 dan 2002. Italia juga tak diliputi keberuntungan di Piala Eropa. Dari Gelsenkirchen dilaporkan, Jerman, runner-up Piala Dunia 2002, memperkenalkan kostum baru berwarna hitam. Kostum ini akan dipakai pada saat menjamu Prancis pada laga persahabatan di Gelsenkirchen, Sabtu lusa. Melawan Prancis merupakan tes lanjutan bagi pelatih Rudi Voeller, setelah Tim Panser meraih tiket Euro 2004. Kemampuan pasukan Voeller belakangan ini diragukan lantaran selalu kedodoran jika bertemu tim-tim berkualitas. Janji Vogts Sementara itu, pelatih timnas Skotlandia asal Jerman, Berti Vogs berjanji akan memberikan perlawanan hebat pada saat menjamu Belanda dalam play-off seri pertama Euro 2004, Sabtu lusa. Vogts tahu Belanda difavoritkan, tetapi dia yakin anak-anak asuhannya tak mau menyerah begitu saja. Penampilan terbaik Skotlandia di bawah Vogts adalah ketika menahan Jerman 1-1 pada pertandingan babak kualifikasi Euro 2004, Juni lalu. Gol Jerman dihasilkan Fredi Bobic, sedangkan balasan pasukan Vogts dicetak Kenny Miller. ''Kami harus bermain seperti ketika melawan Jerman. Kami siap memberi perlawanan terberat selama pertandingan. Kami punya organisasi bagus dan kami akan bermain dengan hati,'' ungkap Vogts yang membawa Jerman merebut Piala Eropa 1996. Dia menuturkan, melawan Belanda adalah pertandingan istimewa. Sebab, Tim Oranye diperkuat para pemain dari klub-klub top. ''Biarkan saja. Yang pasti, mereka hanya bisa menurunkan 11 pemain di lapangan,'' ujar eks pemain belakang hebat ini. Antusiasme pendukung Skotlandia untuk mendukung tim kesayangannya pantas diacungi jempol. Buktinya, karcis sebanyak 51.000 lembar sudah terjual habis. Satu-satunya kendala Vogts cuma cedera ringan yang dialami gelandang Wolverhampton Wanderers, Colin Cameron. Namun dia yakin Cameron bisa sembuh menjelang pertandingan. (rtr,A7-59) |