
| Kamis, 13 November 2003 | Olahraga |
Nasib Timnas Putri Diserahkan kepada KONIJAKARTA - Nasib tim nasional putri kini tergantung pada KONI Pusat setelah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tidak yakin tim tersebut mampu mempersembahkan medali di SEA Games Vietnam bulan depan. "Kalau dituntut tim ini mencapai prestasi, saya tidak akan merekomendasikan (pada KONI), tetapi jika hanya sebagai pembinaan saya akan merekomendasikan. Kini terserah KONI Pusat, karena merekalah yang punya wewenang menentukannya," katanya usai uji coba timnas putri di Stadion Utama Senayan, Rabu petang. Pada uji coba, timnas putri terlalu tangguh bagi para pemain veteran Buana Putri saat menang telak 7-0. Namun kemenangan itu bukan mencerminkan kemampuan tim asuhan Bambang Nurdiansyah itu untuk mencapai hasil seperti dua tahun lalu saat lolos ke semifinal. "Saya sudah melihat permainan mereka. Saat ini secara teknis sulit memang untuk mengharapkan prestasi dari mereka, apalagi SEA Games sudah segera dimulai," katanya. "Saya tidak melihat ada tanda-tanda dalam 20 hari bisa bangkit (mengimbangi lawan-lawannya)," katanya. "Sulit jika KONI mengharapkan prestasi dari mereka," katanya. Rencana memberangkatkan timnas putri ke SEA Games 2003 dikaji ulang menyusul hasil sangat buruk di turnamen Quadrangular 31 Oktober - 4 November di Kuala Lumpur, saat Indonesia kebobolan 14 gol setelah digasak Thailand 0-6, oleh Malaysia 1-3, dan Filipina 0-5. Nurdin berpendapat, dari sisi pembinaan, tim tersebut layak untuk dikirim. "Saya melihat mereka memiliki modal. Apalagi dengan pemain yang muda-muda," katanya. Dia mengakui, lemahnya persiapan memegang peranan kunci dari tertinggalnya kualitas timnas putri dibandingkan dengan rival-rival Asia Tenggara lainnya. "Tim ini hanya berlatih 1,5 hingga dua bulan. Sementara negara lain, ada yang enam bulan, delapan bulan, bahkan tuan rumah Vietnam sudah satu tahun," katanya. (wgm,ant-57t) |