
| Kamis, 13 November 2003 | Olahraga |
Voli Putra Adaptasi Cuaca di CinaJAKARTA - Tim bola voli indoor putra sudah mulai melakukan adaptasi cuaca. Faktor nonteknis ini menjadi garapan serius dari Gugi Gustaman. Penyebabnya adalah perbedaan antara suhu Jakarta dan Hanoi. Kisaran suhu di Jakarta 27-30 derajat Celcius, sedangkan suhu di Hanoi bisa di bawah 20 derajat Celcius. Saat ini tim besutan Gugi Gustaman berlatih di Chengdu, Cina. Suhu di sana hampir sama dengan suhu di Hanoi pada saat berlangsungnya SEA Games XXII. ''Latihan di Cina ini tepat. Kami diserang cuaca dingin di sini. Latihan akan berakhir 20 November. Mulai berlatih sejak 30 Oktober,'' ujar asisten pelatih Gugi Gustaman dalam laporannya kepada pengurus PP PBVSI via saluran internasional kemarin. Dia mengatakan, kendala yang dihadapi para pemain adalah mengatasi cuaca yang dingin dan berubah-ubah. Pemain dan ofisial hingga kini dapat mengatasi hal itu. Semua dalam kondisi baik dan sehat. Alami Kemajuan Gugi mengatakan, cuaca yang dingin tersebut ada segi positifnya bagi para pemain. Ini merupakan latihan yang baik bagi timnya. Mereka akan bisa melakukan adaptasi terhadap udara dingin. ''Cuaca Hanoi tidak berbeda dari Chengdu, saat ini. Jadi saya berharap, kita tidak mendapatkan masalah cuaca nanti selama di Hanoi,'' tambah Gugi. Gugi juga menceritakan, timnya mengalami kemajuan pesat selama latihan di Cina. Bergabungnya tosser kawakan Loudry Maspaitella membuat permainan timnya solid. Loudry sebelumnya enggan masuk pelatnas SEA Games XXII. Dia tidak memperoleh izin dari tempatnya bekerja, BNI 46 Jakarta. Dia mundur dari pelatnas sekitar setengah tahun. Pemain asal Maluku itu sebelumnya juga tidak memperkuat Indonesia di SEA Games XXI/2001 Kuala Lumpur. Saat itu, tim putra Merah Putih berada di tempat keempat. Tosser kawakan Indonesia itu akhirnya luluh hati setelah dibujuk pelatih Li Qiujiang. Kini dia menjadi tim inti SEA Games XXII. (D3-57n) |