logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Olahraga  
Line

Roddick Tundukkan Moya di Piala Master

HOUSTON- Andy Roddick mencetak 14 pukulan ace dan mematahkan servis dalam mengatasi perlawanan petenis Spanyol, Carlos Moya, dan menang 6-2, 3-6, 6-3 pada Selasa malam dalam Grup Merah pada Piala Masters berhadiah total 4,45 juta dolar AS.

Roddick yang merebut posisi nomor satu dunia dari Juan Carlos Ferrero beberapa hari lalu di Masters Paris, meraih kemenangan ini dalam waktu satu jam 35 menit.

Kemenangan itu mengakhiri semua harapan juara Wimbledon Roger Federer untuk merebut posisi nomor satu dunia. Federer, ketika dalam perburuan di bawah pemegang gelar Roland Garros, Juan Carlos Ferrero, perlu memenangi semua pertandingannya dan Roddick tidak menang satu pun.

Petenis Spanyol itu menekan petenis Amerika itu yang dikalahkan petenis Inggris Tim Henman pada semifinal Paris Vercy satu hari setelah naik ke puncak klasemen.

Roddick yang bermain di kampungnya, Houston, memenangi gelar pada kejuaraan tenis putra lapangan tanah liat di Houston pada 2001 dan 2002 dan menjadi finalis yang kalah dari Agassi dalam event April tahun ini.

Petenis Amerika itu disusul pada set kedua ketika bekas petenis nomor satu, Moya, menyamakan skor pada masing-masing set. Roddick memimpin 5-3 pada set akhir melalui kesalahan forehand dari Moya dan selanjutnya merebut satu game.

Rainer Schuettler

Sementara itu peringkat keenam dari Jerman, Rainer Schuettler menundukkan unggulan keempat dari Argentina Guillermo Coria dengan skor 6-3, 4-6, 6-2 pada pertandingan Grup Merah dengan sistem round robin.

Schuettler memperoleh keuntungan dari Coria yang melakukan 51 kali kesalahan dalam pertandingan yang berlangsung dua jam 25 menit itu.

Pada set pertama, Schuettler beberapa kali mematahkan servis Coria. Antisipasi bola-bola sulit Schuettler baik dan dapat me-revance ketika menang 6-4.

Pada set penentuan, Coria kembali melakukan banyak kesalahan sehingga Schuettler memimpin 3-0. Setelah Coria merebut game, menjadikan kedudukan 3-2. Schuettler merebut game lagi untuk memimpin 5-2. Lalu petenis Jerman itu mengakhiri pertandingan dengan skor 6-2.

Schuettler mencapai final Grand Slam pertama musim kompetisi ini di Australia Terbuka, namun kalah dari petenis veteran AS Andre Agassi. Akan tetapi setelah itu, dia dapat merebut gelar di Tokyo dan Lyon. Adapun Coria, memenangi lima gelar tahun ini.

Pada pertandingan di Grup Biru, Rabu waktu setempat (Kamis WIB), David Nalbandian dari Argentina akan berhadapan dengan Roger Federer dari Swiss. Sementara itu, Andrea Agassi dari AS bertemu Juan Carlos Ferrero dari Spanyol.

Pada turnamen akhir tahun ini, Ferrero akan berupaya meraih prestasi untuk menjadikan dirinya sebagai petenis Spanyol pertama yang menempati peringkat satu dunia pada akhir tahun ini.(ant-57j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA