logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Olahraga  
Line

Kandas, Rencana Satrio Beli Persijatim

SOLO- Rencana Presiden Pasoepati KP Satrio Hadinagoro untuk menggandeng Persis Solo membeli Persijatim kandas. Penyebabnya, nama Persijatim tidak bisa dihilangkan sekalipun sudah dibeli. Selain itu, sulit memenuhi jumlah dana yang dibutuhkan.

Karena pertimbangan itulah, pengurus Persis menolak tawaran tersebut. ''Untuk tahap pertama saja sulit direalisasi, sementara dana yang dibutuhkan relatif besar. Ya kami mundur saja,'' jelas Kabid Usaha Sumedi Wasiso.

Saat ini, klub anggota Divisi Utama Persijatim - yang didirikan oleh anggota-anggota eks perserikatan Persijatim Jakarta Timur - sedang menghadapi masalah finansial. Kesulitan itu mendorong munculnya rencana penjualan.

Melalui Ketua Harian GH Sutedjo, klub yang sudah dua musim kompetisi bertandang di Solo itu mematok harga jual Rp 5 miliar. Tawaran tersebut mendapat sambutan dua pengusaha di Kendari dan Palembang.

Solo juga berminat. Namun, keinginan agar Persijatim bisa alih nama di Solo tak bisa dilakukan, sehingga rencana pembelian gagal.

Sekum Persis Dimas ''Sekti'' Wibowo Setyo Adi yang ditemui terpisah menjelaskan, tawaran untuk membeli Persijatim dinilai berat.

Khususnya mengenai jumlah uangnya, mengingat mencari dana untuk sepakbola di kota ini sangat sulit.

''Sulit untuk mencari pengusaha yang peduli akan bola,'' ujarnya sembari menerangkan, Pemkot yang diminta bantuan menutup kekurangan Persis pada kompetisi lalu Rp 800 juta saja belum memberi lampu hijau.

Tetap di Solo

Dimas mengungkapkan, ayahnya yang juga Wali Kota Surakarta dan Ketua Umum Persis mengisyaratkan Pemkot dan Persis tetap welcome jika Persijatim akan berkandang di Solo lagi. Akan tetapi untuk membeli, belum terpikirkan.

Ketua Harian Persijatim GH Sutejo mengaku tidak masalah, jika pengurus Persis ataupun Pasoepati tidak jadi membeli. ''Meskipun Solo tidak sanggup, kita masih mempunyai rencana untuk tetap menggunakan Solo sebagai home ground,'' ujarnya.

Dia mengaku dua pengusaha di Kendari dan Palembang sudah menawar Rp 3,9 miliar. Namun, tawaran itu ditolak karena jumlah tersebut belum memenuhi harapan para pemegang saham. ''Solo tetap pilihan utama jadi kandang kami,'' tandasnya.

Suwarno AT, salah seorang pengurus Persis, menyatakan tidak setuju bila pihaknya membeli Persijatim. Di samping dananya besar, memiliki tim Divisi Utama yang dibeli secara instan bukan suatu kebanggaan. ''Jika punya uang Rp 2 miliar saja, ditanggung dua tahun Persis sudah masuk Divisi Utama,'' kata Kabid Organisasi ini.

Seno Kusumoharjo yang menjadi penyandang dana Kompetisi Divisi II Persis, tidak sependapat jika klub Persijatim dibeli. ''Mengapa harus membeli? Jika Persis dibenahi dengan benar, prestasinya tidak akan kalah dengan tim papan atas. Namun melihat situasi dan kondisi saat ini, Persis sulit untuk maju,'' ungkapnya.(P44-22j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA