
| Kamis, 13 November 2003 | Berita Utama |
Diam-diam Kiemas Temui AkbarJAKARTA- Diam-diam Taufik Kiemas telah menemui Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Konon, pertemuan itu dilakukan Senin malam lalu di kediaman Ketua DPR RI itu. Isu yang berkembang di kalangan terbatas anggota DPR, pertemuan kedua tokoh itu, selain silaturahmi juga untuk meredam dan mencegah meluasnya pertikaian kader Golkar dan PDI-P di akar rumput. Bahkan juga berkembang spekulasi kemungkinan menjajaki koalisi PDI-P dengan Golkar. Kabarnya, Akbar sudah diberi "isyarat" untuk jadi wapresnya Megawati. Seperti diberitakan, Akbar dalam beberapa kali kesempatan pernah mengemukakan, bila perolehan suara Golkar dalam Pemilu 2004 tidak signifikan, maka ia harus siap menerima posisi RI-2. Namun, ketika isu itu dimintakan konfirmasi kepada salah seorang Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf, dia langsung membantah. "Nggak benar itu. Kami omong-omong kecil kok. Intinya membuat suasana Indonesia kondusif, sehingga pemilu bisa berjalan dengan aman, tertib dan damai. Ndak ada pembicaraan soal sharing power. Nggak ada pembicaraan tentang hal-hal kayak begituan," ungkapnya. Sementara itu, Ketua DPP Golkar Mahadi Sinambela yang ikut mendampingi Akbar selama pertemuan dengan Taufik Kiemas juga membenarkan adanya pertemuan itu kepada wartawan.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Akbar lebih kurang satu jam itu, untuk menindaklanjuti pertemuan keduanya di acara Hari Pahlawan. "Mungkin ingin santai, lalu ngobrol-ngobrol di rumah. Yang dibicarakan ya macam-macam. Antara lain menyangkut aksi kekerasan yang terjadi di Buleleng. Kedua partai tak ingin kejadian itu terulang," ujar Mahadi Sinambela. Selain itu, lanjutnya, kedua tokoh terlibat pembicaraan serius soal kinerja DPR. Dia mengatakan, pertemuan Taufik dengan Akbar akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat partai dan fraksi. Bahkan, para tokoh yang berperan dalam pertemuan lanjutan itu juga sudah ditentukan, yakni Mahadi dan Slamet Effendy Yusuf mewakili Partai Golkar. Sementara itu, PDI-P akan diwakili Wakil Sekjen PDI-P Pramono Anung. Adapun pertemuan tingkat fraksi, FPDI-P akan diwakili Tjahyo Kumolo dan Panda Nababan, sedangkan Partai Golkar akan diwaliki Mohammad Hatta dan Yahya Zaini. Wakil Sekjen PDI-P Pramono Anung kepada wartawan mengungkapkan, PDI-P akan menjalin kerja sama dengan Golkar, terutama dalam rangka persiapan dan kelancaran Pemilu 2004. "Kami belum bahas soal koalisi. Dalam pembicaraan disinggung soal aksi kekerasan di Bali, kenerja DPR dan sebagainya," tuturnya.(nas-64j) |