
| Kamis, 13 November 2003 | Berita Utama |
Dua Bocah Tewas Tertabrak Argo BromoGROBOGAN- Kereta api (KA) cepat Argo Bromo jurusan Surabaya-Jakarta, kemarin lebih kurang pukul 13.30 menabrak dua bocah kecil di lintasan KM 30, tepatnya di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Kedua bocah itu tertabrak ketika lari menyeberangi lintasan. Korban adalah Hafid Bachtiar (7) dan Rizki (6), warga Desa Kuwaron. Diperoleh keterangan, mereka sebelumnya bermain-main dengan beberapa temannya sekitar 100 meter dari lintasan KA. Entah karena apa, tiba-tiba Hafid lari tunggang langgang meninggalkan teman-temannya. Bahkan, tanpa menengok kanan kiri menyeberangi lintasan itu diikuti Rizki. Tanpa diduga, dari timur muncul KA Nomor Loko CC 20318. KA itu dimasinisi Mugiono (40), warga Perumahan PT KAI Pasar Turi Surabaya. Hafid dan Rizki pun tertabrak. Bahkan Hafid terpental beberapa meter dan Rizki terseret 30 meter dari tempat kejadian. Keduanya menderita luka serius di sekujur tubuhnya dan meninggal seketika di tempat kejadian. Melihat korban terseret, masinis KA berusaha mengurangi kecepatan dan kemudian berhenti di Stasiun KA Gubug untuk melaporkan kejadian tersebut pada stasiun. Petugas PT KAI Gubug langsung mendatangi tempat kejadian. Bersama warga di sekitar tempat kejadian, mereka mengevakuasi korban. Petugas KA mengemukakan, dua anak kecil tersebut diduga tidak mengetahui KA Argo Bromo itu lewat. Sebab, berdasarkan analisis kecelakaan di tempat kejadian, keduanya dengan tenang lari menyeberangi lintasan. Padahal, beberapa temannya yang berada sekitar 100 meter dari tempat kejadian berteriak-teriak, bahwa dari timur KA cepat tengah lewat. Beberapa warga di sekitar tempat kejadian membenarkan, dua korban itu diduga tidak mendengar suara KA cepat tersebut, sehingga keduanya nekad lari menyeberangi lintasan. Kasat Lantas Polres Grobogan I Made Kusuma Jaya mengungkapkan, belakangan ini KA Argo Bromo memang sering mengalami kecelakaan di jalur Gubug-Kradenan. Bahkan bulan lalu, KA cepat itu terguling di Desa Latak, Kecamatan Godong hingga menyebabkan jalur tersebut macet beberapa jam. Bulan sebelumnya, KA itu juga menabrak pengendara motor asal Purwodadi di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan. Bahkan, dalam peristiwa itu pengendara terseret dan kemudian terpental ke Bendung Sedadi Penawangan. Beberapa warga sekitar dikerahkan ke bendung untuk mencari mayat korban.(A23-64j) |