
| Kamis, 13 November 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pemkab Bantu Korban Angin Kencang Rp 14,1 JutaKENDAL - Rumah rusak, korban angin kencang di sejumlah wilayah Kendal, tampaknya terus bertambah. Setelah sebelumnya hanya terdata enam rumah rusak, Selasa (11/11) lalu jumlah yang rusak bertambah tujuh buah. Total, rumah yang rusak akibat angin kencang, menjadi 13 buah. Tujuh rumah yang rusak susulan itu berada di Kecamatan Rowosari dan Weleri. Empat rumah berada di Desa Gempolsewu, Rowosari, yaitu rumah milik Karso (40), Sabrowi (42), Giyono (50) dan Ny Sami'an (55). Dari empat rumah itu, milik Ny Sami'an dan Karso mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon petai. Tiga lainnya masing-masing rumah milik Asfuri (46) penduduk Desa Bulak, Rowosari, dan Nadirin (27) dan Hasyim (65), keduanya warga Desa Karanganom, Weleri. Seluruh pemilik rumah yang tertimpa bencana itu, Selasa lalu diberi bantuan uang tunai dari Pemkab Kendal. Total keseluruhan Pemkab Kendal menyalurkan bantuan Rp 14,1 juta terhadap 13 pemilik rumah yang rusak akibat diterjang angin ribut. Penyerahan bantuan menjadi tanggung jawab Bagian Sosial dan Kantor Kesbanglinmas. Menurut Kepala Kesbanglinmas Drs Soepardjan, didampingi Kabag Sosial Drs Soegiyono, penyediaan dana untuk bantuan korban bencana alam pada APBD ini disediakan Rp 350 juta. Bukti Keseriusan ''Jika dana bantuan korban bencana alam yang sifatnya penyediaan itu habis, kami akan mengajukan anggaran baru. Jadi jumlahnya bisa bertambah sesuai kebutuhan. Ini merupakan bukti keseriusan Pemkab, guna memberi perhatian kepada warganya,'' tandas Soepardjan. Dijelaskan, rumah yang rusak berat adalah milik Ny Samian, Karso, Nadirin, dan Hasyim. ''Keempat pemilik rumah mendapat bantuan masing-masing sebesar Rp 1,5 juta. sedangkan yang rusak ringan, seperti milik Asfuri diberi santunan Rp 500.000. Adapun, Sabrowi dan Giyono masing-masing mendapat Rp 500.000.'' Seperti diberitakan, akibat diterjang angin kencang di sejumlah wilayah Kendal, pada Jumat (7/11) pukul 13.00 dan Sabtu (8/11) pukul 18.00, sebanyak enam rumah warga di wilayah Kecamatan Pageruyung, Weleri, dan Gemuh, rusak. Selain itu, tiupan angin juga mengakibatkan puluhan pohon peneduh roboh. Bahkan, pohon petai cina yang roboh di jalan pantura, sebelah timur dan depan RM Sari Rasa Weleri, mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor, Adinur (28) warga Desa Jungsemi, Kangkung, tewas. (G15-45) |