logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Sejak Berdiri, Pasar Tugurejo Kosong

SALATIGA - Pasar Tugu yang terletak di Dukuh Karangbalong, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sejak berdiri dua tahun lalu hingga sekarang, kosong melompong karena sepi pembeli. Pasalnya, para pedagang ramai-ramai meninggalkan kios dan los yang sempat dibeli mereka, karena tak tahan dengan sepinya pembeli.

Keterangan yang diperoleh Suara Merdeka Selasa (11/11), maksud pembangunan Pasar Tugurejo adalah untuk memindahkan keberadaan Pasar Kembangsari yang terletak di jalan raya Salatiga-Tengaran. Pasalnya, pasar tersebut hampir setiap hari memberikan andil terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Nah, untuk itu Pemkab Semarang bermaksud memindahkan pasar tersebut ke Dukuh Karangbalong. Ternyata, sejak diserahkan pemborongnya dua tahun lalu, situasi yang ada tidak seperti situasi pasar pada umumnya.

Padahal, untuk membeli kios pedagang harus mengeluarkan antara Rp 12 juta-Rp 14 juta/buah. Kios yang menghadap ke jalan kampung harganya Rp 14 juta, sedangkan kios menghadap ke dalam harganya Rp 12 juta/buah.

Untuk los berukuran 1 x 3 meter dijual seharga Rp 3 juta/buah. Menurut pedagang yang tak bersedia dituliskan didentitasnya tersebut, semua kios dan los sudah dimiliki oleh para pedagang. Mereka tak hanya berasal dari Tengaran saja, namun ada pula dari Suruh, Susukan, Karanggede (Boyolali), Kota dan Kabupaten Semarang.

Kabag Humas Pemkab Semarang Drs Daryanto saat dimintai konfirmasinya justru menyatakan keheranannya. Pasalnya, dia tak pernah mendengar nama Pasar Tugurejo dan belum pernah menyaksikan bentuk fisiknya. (A2-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA