logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Amirati Dokter Puskesmas Teladan Salatiga

AMIRATI Dwishinta Widhiasri Wd (28), dokter fungsional dari Puskesmas Sidorejokidul, Kelurahan Tingkir, Salatiga, terpilih sebagai dokter puskesmas teladan tingkat Salatiga tahun 2003. Walau memperoleh penghargaan cukup bergengsi, dia mengaku tak memperoleh hadiah apa-apa, kecuali selembar piagam.

''Saya pribadi tak mengharapkan hadiah. Nilai sebuah penghargaan seperti ini justru lebih bermanfaat daripada yang lain,'' katanya, Rabu (12/11).

Mengapa lebih bermanfaat? Sebab, alumnus Fakultas Kedokteran UNS itu menjadi dokter pegawai tidak tetap di Puskesmas Sidorejokidul baru sejak tahun 2001. Sebelum dia masuk sudah ada dokter-dokter senior. Namun mereka belum memperoleh penghargaan sebagai dokter teladan.

Karena itulah dia akan memegang amanah sebagai dokter teladan. Dia akan menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan sebagai tenaga kesehatan yang sebenarnya.

''Justru inilah tantangan cukup besar bagi saya. Saya harus mampu mengaktualisasikan diri sesuai dengan nama penghargaan itu untuk kepentingan masyarakat luas.''

Istri dr Najib Budhi Wardojo itu mengaku menikmati tugas keseharian sebagai dokter puskesmas. Sebab, dia merasakan kenikmatan berinteraksi dengan masyarakat segala lapisan dibandingkan dengan bertugas di rumah sakit.

''Kalau bekerja di rumah sakit, yang dihadapi hanya pasien. Namun di puskesmas selain menghadapi pasien juga bagaimana harus berinteraksi sosial dengan masyarakat. Inilah yang saya sukai sebagai dokter di puskesmas,'' ujar putri pasangan Loehoer Widjajanto SE MA (dosen FE UKSW) dan Ny Sri Istikomah (pustakawan di Perpusda Jateng) itu.

Ada tiga kriteria penilaian dokter teladan. Pertama, peran serta seorang dokter dalam program Universal Child Immunization dan Universal Mother Immunization. Kedua, ketaatan melaksanakan tugas. Ketiga, kinerja manajerial di tempat kerja.

Pemberian penghargaan sebagai dokter teladan puskesmas diterima Amirati saat peringatan ke-39 Hari Kesehatan Nasional 2003 di halaman Balai Kota. Penghargaan itu diserahkan Wali Kota KRHH Totok Mintarto Notonagoro. (Dwi Pamuji Sulistyanto-84g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA