
| Kamis, 13 November 2003 | Internasional |
Lancar, Pertemuan Kumaratunga dan PM WickremesingheKOLOMBO - Presiden dan PM Sri Lanka mengatakan Rabu kemarin, pertemuan pertama mereka - sejak krisis pecah - berlangsung damai. Dan mereka berencana bertemu lagi pekan depan. Mereka memutuskan untuk melanjutkan dialog dengan semua pihak terkait. Pertemuan itu tercatat yang pertama, sejak Presiden Chandrika Kumaratunga membekukan kegiatan Parlemen dan memecat tiga anggota kabinet PM Ranil Wickremesinghe, 4 November lalu, sewaktu PM itu berkunjung ke Washington. Keduanya bertemu sekitar dua setengah jam, untuk mencoba mengakhiri krisis yang membayangi upaya untuk meluruskan kembali perundingan damai yang sempat macet dengan pemberontak Macan Tamil. ''Pertemuan itu berjalan lancar,'' kata Bradman Weerakoon, sekretaris utama PM Ranil Wickremesinghe, kepada Reuters. Weerakoon, yang menghadiri pertemuan tersebut, tidak memberikan perincian. Kantor Presiden Chandrika Kumaratunga mengatakan, suatu pernyataan bersama akan segera dikeluarkan. Seorang pejabat tinggi Partai Nasional Bersatu, yang dipimpin Wickremesinghe, juga mengatakan telah ada kemajuan. ''Kami masih harus melakukan satu pertemuan lagi pekan depan, untuk menyelesaikan perinciannya,'' kata pejabat itu, yang meminta tidak disebutkan namanya. Kedua pemimpin tersebut dipilih secara terpisah, dan berbagi kekuasaan dalam suatu pola pembagian kekuasaan yang rumit. PM Wickremesinghe mengendalikan Parlemen, tetapi presiden memimpin kabinet dan punya kekuasaan untuk memecat para menteri. Dia memecat menteri pertahanan, menteri dalam negeri, dan menteri penerangan pekan lalu, dan membekukan kegiatan Parlemen sampai 19 November. Sebab, dia merasa PM terlalu banyak memberikan konsesi demi mencapai perdamaian dengan para pemberontak Macan Tamil Eelam. Presiden mengajukan tawaran untuk membentuk ''pemerintahan persatuan nasional''. Namun PM Wickremengsihe bersikukuh, presiden harus mengembalikan lagi para menteri ke jabatan semula.(rtr-ben-30) |