
| Kamis, 13 November 2003 | Ekonomi |
Pesanan Mebel Mendadak MeningkatSOLO- Di luar perkiraan para perajin mebel sebelumnya, memasuki awal hingga pertengahan bulan Puasa tahun ini, pesanan mebel dari toko kepada mereka mendadak meningkat tajam. Hal itu seperti yang terjadi terhadap para perajin di sekitar Kampung Bibis Kulon, Gilingan. Salah satu kawasan yang banyak terdapat perajin sekaligus menjadi sentra produksi aneka jenis mebel untuk memenuhi perlengkapan rumah tangga di Kota Solo. ''Sehari kami bisa menerima pesanan empat sampai enam kali, dengan jumlah beberapa set dari berbagai jenis mebel. Padahal sebelumnya, paling banter hanya satu sampai dua kali saja,'' ungkap Taufiq Rohman SPd, pemilik Mebel Murah Sae, kemarin. Dia menuturkan, jenis mebel yang relatif banyak menjadi pesanan, antara lain meja kursi tamu, lemari pakaian, dan lemari untuk hiasan mebeler. Ada juga beberapa yang memesan dipan atau tempat tidur, serta jenis-jenis mebel untuk peralatan rumah tangga yang lain. ''Namun, pesanan paling banyak memang meja kursi tamu, yang memang modelnya bisa kami kerjakan dengan berbagai model berlainan. Sementara untuk jenis lain, walaupun juga meningkat, jumlah pesanannya tidak seperti meja kursi tamu,'' lanjut dia. Meskipun tidak sampai kewalahan untuk memenuhinya, peningkatan pesanan itu membuatnya terkejut. Apalagi peningkatan itu tidak dia bayangkan sebelumnya. ''Satu hal lagi, peningkatan itu sekaligus memupus keraguan saya yang sebelumnya memperkirakan akan sepi,'' ujarnya. Dia mengungkapkan, sebelumnya dia memang ragu-ragu dengan kondisi yang akan terjadi menjelang Lebaran tahun ini. ''Ragu karena saya mempertimbangkan, menjelang Lebaran tahun ini bersamaan dengan semakin mendekatnya pelaksanaan pemilu. Karena itu kami bertanya-tanya, apakah mungkin daya beli masyarakat akan meningkat menjelang Lebaran tahun ini,'' tuturnya. Namun keraguan itu mendadak hilang seiring dengan membanjirnya pesanan yang datang mulai saat awal hingga pertengahan bulan Puasa ini. Bahkan, peningkatan itu tidak hanya pesanan dari toko saja, tetapi juga pembeli yang datang langsung. ''Hampir setiap hari, ada pembeli yang datang ke sini untuk membeli secara langsung berbagai jenis mebel yang diinginkannya. Padahal sebelumnya, hal itu jarang terjadi. Paling kalaupun ada, intensitasnya tidak seperti yang terjadi belakangan ini.'' Kunjungi Jateng Sementara itu, Business Solution Center (BSC) yakni suatu institusi yang mengembangkan market dan peluang investasi yang diketuai oleh Menperindag dan bekerja sama dengan BPM Jawa Tengah mengorganisir 9 konsulat ekonomi dan perdagangan dari Belgia, Afrika Selatan, Spanyol, Bosnia Herzegovina, Federation Rusia, Switzerland, Iran dan Taipei mengunjungi Jawa Tengah untuk site visit guna memperoleh data faktual bagi kepentingan bilateral masing-masing negara dengan Indonesia. Dipilihnya Jateng karena menganggap provinsi ini sangat kondusif dan dianggap potensial perkembangannya pascareformasi dan otonomi daerah. Delegasi dipimpin oleh Ridwan Kurnaen pelaksana harian BSC, hari pertama mengunjungi Jepara untuk melihat perkembangan industri mebel dan kerajinan Jepara. Delegasi diterima Bupati dan Kadin Jepara disamping memperoleh penjelasan, mereka juga bisa berdialog dengan pengrajin, menanyakan kemampuan produk dan harga. Pada Pemda ditanyakan investasi asing yang ada di kabupaten Jepara. Menurut mereka gambaran krisis tidak terlihat di kabupaten ini. ''Semua sepertinya berjalan lancar dan Spanyol banyak menerima produk dari Jepara,'' kata Juan M Portilo, concejero ecomico v commercial d Spanyol. Senor Portilo selanjutnya mengatakan bilateral dagang Indonesia-Spanyol lebih menguntungkan Indonesia, tetapi Spanyol tidak mempermasalahkan hal tersebut. Malahan mereka menawarkan pameran internasional di negaranya sebagai dukungan nyata kerja sama bisnis yang dirintis Kadin Spanyol dan Indonesia. Dalam kunjungan ke Kawasan Industri Terboyo dan CPO Ferinery Bonanza yang ditemui oleh Adhi Gautama, delegasi dari Rusia Federation Ms Veronika Novoseltsva, menanyakan apakah Bonanza ikut memasok CPO untuk imbal dagang dengan Sukhoi, Adhi menjawab tidak. Di lain pihak Adhi juga mengatakan butuh steroin untuk pabriknya. Tentang fasilitas kawasan industri, mereka juga meminta brosur kawasan industri dan kawasan berikat anggota HKI Jawa Tengah untuk informasi business people mereka. Malam hari delegasi dijamu makan malam Gubernur Jateng yang diwakili Mardjiono, Sekretaris Daerah. Sedangkan paginya di lantai dua Setwilda diadakan presentasi tentang Promising and Project Opportunities di Jawa Tengah oleh Yeru Salimanto, Ka BPM yang didampingi oleh Solichedi dari Kadin yang mempresentasikan Central Java Outlook and How We Fight against Crisis, diskusi dipandu oleh Keith Loveard, konsultan Deperindag dan BSC. (G19-82j) |