
| Kamis, 13 November 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Pembersihan Selokan Ganggu Pemilik Toko
REMBANG-Para pemilik toko di Jl Kartini, Rembang, beberapa hari belakangan ini terganggu oleh pembersihan selokan di sepanjang trotoar jalan tersebut. ''Selain kotor, baunya minta ampun,'' kata Slamet, seorang pemilik toko di kawasan itu. Dia sangat menyesalkan pembersihan selokan yang tidak tuntas. Tanah bercampur sampah yang diangkat dari selokan menumpuk di sepanjang jalan. Comberan juga menggenang di beberapa tempat, sehingga mengganggu pemakai jalan yang lewat di jalan tersebut. Di selatan perempatan Jalan Zaeni, tanah, sampah, dan comberan yang dikeluarkan dari selokan dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. ''Biasanya, tanah dan sampah itu diambil beberapa hari kemudian. Lalu, comberan dibiarkan begitu saja hingga lama-kelamaan mengering sendiri,'' kata beberapa pemilik toko. Menunggu Waktu Kepala Subdin DKP Dinas Pekerjaan Umum Ir Abdul Nasir kemarin menjelaskan, pembersihan selokan air itu dilakukan untuk menghadapi musim hujan. ''Itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir di dalam kota,'' katanya. Dia mengatakan, pada tahun ini pihaknya mendapat anggaran Rp 430 juta. Dana itu digunakan untuk proyek bersih-bersih selokan di Kota Rembang dan Lasem sekaligus untuk perbaikan. Abdul Nasir menyebutkan, proyek itu bersifat swakelola, sehingga tidak ditenderkan. Semua ditangani oleh DKP dengan tenaga bersih-bersih dari luar. Soal banyaknya tanah dan sampah yang menumpuk di pinggir jalan sehingga dikeluhkan para pemilik toko, Abdul Nasir menjelaskan, tanah dan sampah itu nanti akan dibersihkan. Namun, hal itu menunggu waktu karena pihaknya harus merampungkan pekerjaan yang utama dahulu. ''Pokoknya tak usah khawatir. Asal pekerjaan bersih-bersih selokan selesai, tanah dan sampah yang menumpuk itu pasti segera dibersihkan,'' ujarnya. (jl-49e) |