logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

12 Orang Mendaftar Calon Bupati dan Wakil

  • Hari Pertama Pengambilan Formulir

SLAWI-Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal, ternyata diminati banyak tokoh daerah tersebut. Itu terbukti saat hari pertama pengambilan formulir pendaftaran, tercatat tujuh orang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dan lima orang menjadi wakil bupati.

Mereka yang mengincar jabatan bupati adalah Agus Riyanto SSos (Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tegal dan Ketua DPRD), Suripto (Direktur sebuah akademi di Dukuhwaru), Rusbandi yang selama ini banyak di Semarang dan dicalonkan Partai Golkar, Ir H Mustofa dari Aspekindo Kabupaten Tegal dan dibicarakan mendapatkan dukungan dari PDI-P Kabupaten Tegal.

Ir HM Abdul Azis warga Slawi mendaftar sebagai calon bupati. Hendro Kusparno (Slawi) dan seorang pengacara Oentoro Sulaeman mendaftar sebagai calon bupati.

Calon wakil bupati, H Hammam Miftah (Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal dan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Tegal), Tubagus Fahmi (unsur pimpinan DPRD Kabupaten Tegal dari PPP), Muksin Alkatiri dari DPD PAN Kabupaten Tegal yang juga anggota Fraksi Karya Amanat (FKA). Selanjutnya dr Budi Sutrisno yang mengincar jabatan wakil bupati.

Duabelas nama yang mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil tersebut, merupakan nama-nama yang selama ini dibicarakan kalangan Dewan sehingga tidak mengagetkan. Hanya beberapa nama yang sering disebut, belum mengambil formulir pendaftaran di hari pertama.

Nama Lain

Menurut Ketua Panitia Pemilihan (panlih) Agus Riyanto SSos, sejumlah bakal calon yang mengambil formulir di hari pertama merupakan salah satu bukti keberhasilan kerja panitia. Sosialisasi pilbup diam-diam banyak diperhatikan sejumlah tokoh masyarakat.

Kendati hari pertama didatangi calon sejumlah itu, pihaknya percaya akan muncul nama-nama lain yang selama ini menjadi bahan perbincangan. Nama-nama yang dimaksud antara lain pasangan dr H Faizal Amri SH dan Johan Firdaus dari DPD PAN Kabupaten Tegal. Dua nama tersebut, kendati sudah sering dibicarakan, belum terlihat mengambil formalir di hari pertama.

Kedatangan calon itu, sejauh pantauan Suara Merdeka terlihat santai. Bahkan antara calon dan anggota Dewan, tampak seperti saling mengenal dan akrab. Suasana itulah yang kadang menyembulkan sentilan-sentilan bernada humor untuk ''menyerang'' calon-calon lain.

''Wah lobi-lobi. Cari-cari dukungan politik uang. Jangan dekat-dekat ah.'' Begitulah sentilan bernada humor ketika calon berdatangan dan menyalami sejumlah anggota Dewan yang kebetulan berada di dekatnya. Kondisi itulah yang akhirnya membuat suasana tidak tegang dan penuh canda tawa.(D12-58s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA