logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

PKL Kompleks Pasar Wage Bertahan

  • Lokasi Baru Dinilai Tidak Strategis

PURWOKERTO-Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang tiban yang mangkal di kompleks lingkungan Pasar Wage (daerah larangan) dan Jl Jenderal Soedirman Purwokerto, menyatakan akan tetap bertahan di lokasi jualan semula, menyusul rencana pemindahan oleh Pemkab Banyumas.

Pasalnya, lokasi pasar tiban (kaget) menjelang Lebaran yang disediakan Pemkab di kompleks Satria Plaza dan tanah kosong eks CPN (milik Sri Ratu-Red) dinilai tidak strategis.

Pemkab Banyumas melalui tim penataan dan penertiban pedagang yang dikoordinasikan Disperindagkop dan Bakesbangtiblinmas merencanakan Jumat-Sabtu (14-15/11) dimulai pemindahan pedagang.

Rencana tersebut awalnya untuk merespons usulan PKL yang meminta disediakan lokasi pasar tiban terpusat, setelah penertiban pedagang Pasar Wage karena mereka mengaku tidak tenang berjualan.

Lokasi pasar tiban, menurut versi pedagang, dari Jl DI Panjaitan, perempatan Jl Pramuka, hingga Jl Jenderal Soedirman (perempatan Pasar Wage-perempatan Srimaya).

Mayoritas Menolak

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) kompleks Pasar Wage, Amirudin (30), mengungkapkan mayoritas pedagang tetap menolak usulan lokasi pasar tiban versi Pemkab. Lokasi baru tersebut pada Lebaran tahun lalu juga pernah diusulkan, tetapi hasilnya sama. ''Kalau lokasinya strategis kami tidak keberatan. Masa kami harus berjualan di lokasi sepi dan tidak banyak diketahui warga. Jualan di sini saja yang lokasinya ramai penghasilannya pas-pasan,'' ungkap Amin, panggilan akrabnya, yang diamini pengurus lain, kemarin kepada Suara Merdeka.

Menurut Amin, saat pertemuan dengan Pemkab Senin (10/11) kemarin di Disperindagkop, paguyuban juga mengusulkan lokasi pasar tiban di Jl DI Panjaitan dan penempatannya tidak akan menutup sepenuhnya toko/ruko di kompleks jalan tersebut. Tetapi usulan itu tetap ditolak. Alasan Pemkab, ujar pedagang pakaian tersebut, pemilik toko banyak yang keberatan di depan toko/rukonya dipakai areal pasar tiban. ''Dulu selama masih ada Pasar Wage, setiap menjelang Lebaran, lokasi pasar tiban juga di tempat tersebut. Dan, pemilik toko pun bisa memaklumi karena jualannya bersifat sementara,'' ujar dia lagi.

Zaenudin (55), mantan Ketua Peguyuban PPKL menuturkan, mestinya yang ditertibkan adalah pedagang musiman yang mangkal di jalur masuk pasar dan Jl Katamso. Sebab, keberadaannya mengganggu lalu lintas keluar masuk pasar. PKL di Jl Jenderal Soedirman yang sudah lama berjualan (menetap), oleh pemilik toko tidak dipersoalkan. Pedagang yang masuk paguyuban kini mencapai 70 orang. Ratusan lainnya sebagai pedagang musiman dan tanpa perkumpulan. (G22-74s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA