logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Yang Paling Ngumbel Justru Banyak Dicari

PURBALINGGA- Mendengar kata umbel mungkin kita jijik. Karena itu berarti lendir yang keluar dari hidung. Namun kalau yang ngumbel itu kelapa muda, justru itu yang paling banyak dicari. Karena selain airnya terasa manis, dagingnya juga banyak dan tebal. ''Memang paling disukai orang itu dawegan (kelapa muda) yang ngumbel,'' kata Masrin (28), kemarin.

Warga Desa Toyareja, Kecamatan Kota itu sejak hari pertama Ramadan berjualan kelapa muda di depan Masjid Agung Darussalam. Dia yang setiap hari membawa sekitar 100-120 butir kelapa menggelar dagangannya mulai pukul 15.00 hingga azan Maghrib berkumandang. Setiap butir dia jual seharga Rp 2.000.

''Saya petik kelapa ini sendiri di kebun milik petani di Tejasari, Kaligondang seharga Rp 1.000/butir. Saya tidak tega dengan petaninya jika saya tawar lebih murah lagi. Saya juga tidak suruhan orang untuk memetik karena saya nanti tidak dapat untung. Dari Tejasari ke alun-alun, kelapa saya naikkan mobil. Biaya transpor ini yang cukup mahal,'' katanya.

Pemuda bujangan berambut panjang itu mengaku, dia berjualan kelapa muda hanya pada saat bulan puasa. Di bulan-bulan biasa dia lebih banyak bekerja secara serabutan, seperti bekerja di sawah, di kebun, atau mencari ikan. Kendati hasilnya tidak banyak, namun dia cukup merasa bersyukur dengan apa yang telah didapatkannya.

Rata-rata Rp 2.000

Masrin mengaku, ada enam warga Toyareja lainnya yang juga berjualan kelapa muda di seputar alun-alun. Tetapi mereka tidak bekerja sama dalam modal maupun pembelian kelapa itu.

Harga kelapa muda yang ditawarkan rata-rata Rp 2.000. Meski demikian, tak jarang Masrin menurunkan harganya menjadi Rp 1.500 jika ternyata kelapa yang dibeli konsumen tidak ngumbel karena terlalu muda.

Sebagai bentuk pelayanan, Masrin bersedia memecahkan kelapa yang dipilih konsumen. Air dawegan itu kemudian dimasukkan ke plastik bersama daging yang sudah dikeroki. Sehingga konsumen tinggal membawa pulang dawegan yang air dan dagingnya sudah diplastiki. ''Harganya sama saja, antara yang dibukakan dengan yang masih utuh, yaitu Rp 2.000/ butir,'' jelasnya.

Tutik (28), warga Perumahan Griya Perwira Asri, Karangsentul mengaku ketagihan berbuka dengan minum air kelapa muda. Sebelum diminum, air itu dia campur dengan gula Jawa agar lebih manis dan dimasukkan ke dalam kulkas. Begitu azan berkumandang, dawegan yang sudah berwarna coklat karena dicampur dengan gula Jawa itu kemudian dimasuki es batu agar lebih dingin dan siap diminum.

''Wah, membayangkannya saja rasanya sudah nikmat, apalagi kalau meminumnya. Saya memang lebih suka mencampurnya dengan gula Jawa dibanding air sirup. Karena selain lebih alami, rasa manisnya juga lain,'' katanya. (F10-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA