logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Soal Pengadaan Taksi

Koperasi yang Menentukan

PURWOKERTO-Angkutan umum taksi Purwokerto akan dikelola koperasi. Idealnya, angkutan umum itu memakai mobil baru, tetapi aspirasi kalangan yang ingin menggunakan kendaraan bekas tetap diperhatikan. Anggota koperasi yang akan menentukan hal itu.

Demikian pokok-pokok pikiran yang mengemuka dalam pertemuan Pemkab dengan kalangan masyarakat transportasi Banyumas, baru-baru ini. Rapat dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Pemkab Soeyatno SSos MHum.

Pertemuan dihadiri Ketua Komisi A DPRD Mukseno SH, Ketua Komisi B Soenarto Arief, dan Wakil Ketua Komisi D Untung Sarwono Hadi, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Drs Heru Santoso, Kabag Perekonomian Drs Rofiq Widadi, unsur kepolisian, pengurus Koperasi Angkutan Kota (Kopata), dan koperasi angkutan pedesaan (Koperades).

Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 3/11), pemakaian mobil baru atau bekas untuk taksi menjadi perdebatan. Paguyuban Sopir Stasiun Raya (PSSR) meminta tidak diharuskan mobil baru. Kalau baru, setorannya di atas Rp 100.000/hari. Kemampuan mereka maksimal Rp 50.000/hari. Kalangan yang lain ingin mobil baru agar siap melayani masyarakat.

DPRD Setuju

Bupati, kata pimpinan rapat, menyarankan mobil baru, tetapi keputusannya terserah koperasi. Alasannya, taksi tak sekadar melayani penumpang, tetapi juga promosi daerah. Pengelolaan sebaiknya oleh koperasi, agar bisa dimiliki banyak orang.

Soeyatno menyebutkan, rencana pengadaan taksi sudah disetujui DPRD. Alasannya, penyediaan angkutan umum itu sudah termuat di program pembangunan daerah. Pada jam-jam tertentu, hanya sebagian kecil kebutuhan transportasi masyarakat yang terpenuhi. Teknis pelaksanaan pengadaannya diserahkan eksekutif.

Soenarto Arief mengatakan, aspirasi pengemudi angkutan umum berpelat hitam yang mangkal di stasiun KA dan terminal bus agar diperhatikan. ''Secara pribadi saya memilih yang baru,'' katanya.

Untung Sarwono Hadi mengusulkan ada yang bekas dan ada yang baru. ''Syukur pengusahanya minta mobil baru semua, kalau bekas nanti di bawa ke atas (Baturraden) mogok.''

Mukseno mengemukakan, persoalan mobil baru atau bekas akan dipresentasikan setelah terbentuk koperasi. ''Anggota koperasi yang akan menentukan hal itu.''

Rofiq Widadi meminta agar dikaji secara mendalam. Misalnya, kalau mobil baru berapa setorannya, kreditnya berapa tahun, dan pengaturan tarifnya bagaimana. Demikian juga untuk kendaraan lama.

Heru Santoso mengatakan, pada pengadaan tahap I direncanakan 40 buah taksi. Kalau satu mobil dipegang tiga pengemudi (bergantian dalam 24 jam), berarti dibutuhkan 120 orang sopir. Mereka harus dilatih dulu bagaimana melayani penumpang dengan baik. (bd-20e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA