
| Kamis, 13 November 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Ngabuburit di PerpustakaanMENUNGGU biasanya dianggap sebagai hal yang membosankan. Namun hal itu tidak berlaku bagi pengunjung perpustakaan daerah Widya Taruna Loka Wonosobo. Justru pada Ramadan ini, ratusan orang di antara 2.000-an pengunjung, sebagian besar pelajar, merasa tenang dan senang menunggu saat datang buka puasa dengan membaca di perpustakaan. Selama Ramadan, jumlah pengunjung cukup membeludak. Sejak perpustakaan dibuka pukul 08.00, mahasiswa dan pelajar di kota pegunungan itu silih berganti datang ke perpustakaan yang terletak di kompleks gedung Sasana Bakti 45. Tiga ruang baca yang relatif luas selalu penuh sesak pengunjung. Bahkan seusai jam sekolah, pelajar yang datang semakin banyak. Mereka pun rela duduk-duduk lesehan dengan tikar di ruang baca. Sebagian yang lain malah duduk di lantai. Luar biasa! Sejumlah pelajar SMU dan SMK swasta/negeri di kota Wonosobo, kemarin menyatakan, untuk mengisi waktu luang selama Ramadan, mereka lebih sering datang ke perpustakaan. Dengan membaca buku-buku di tempat itu, waktu puasa terasa tidak terlalu panjang. Mereka pun bisa menambah pengetahuan dari buku-buku yang tersedia. Di bagian lain penjelasannya, pelajar pria dari SMU swasta yang enggan disebut jati dirinya itu mengaku, mereka juga bisa berkenalan dan menambah pergaulan dengan pelajar sekolah lain yang datang ke perpustakaan. Sebagian pelajar ini menyebut menyukai buku-buku fiksi dan pengetahuan umum. Pengunjung lain, Nurul Mubin SAg mengatakan, sejak lama dia rutin berkunjung ke perpustakaan. Dia mengatakan, memasuki Ramadan ini pengunjung melonjak tajam. Positif Aktivis Masyarakat Menulis dan Membaca Wonosobo (M3W), Haqqi el Anshary menilai, membeludaknya pengunjung pada Ramadan ini cukup positif. Hal itu menunjukkan gejala kesadaran membaca di daerah pegunungan ini semakin meningkat. Hal itu merupakan modal yang baik untuk mengejar ketertinggalan. Kepala Perpustakaan Daerah, Purbadi BA yang didampingi Kasi Akuisisi dan Pengolahan Perpustakaan, Susanto yang dihubungi Suara Merdeka, Rabu kemarin mengakui, pengunjung yang datang selama Ramadan meningkat tajam. Purbadi menyebutkan, pada hari-hari biasa di luar Ramadan, pengunjung yang datang berkisar 800 sampai 1.000 orang/hari. Namun selama Ramadan rata-rata hampir mencapai 2.000 orang/hari. Menyadari animo masyarakat yang cukup antusias terhadap kebutuhan baca, Purbadi mengusulkan untuk menambah ruang baca. Berdasarkan hal ini, dia mengusulkan agar gedung perpustakaan daerah bisa dibangun bertingkat. Selain itu juga dilengkapi mainan anak yang kreatif dan mendidik.(Sudarman-74i) |