logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 13 November 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Bersyukur dengan Memelihara Ciptaan-Nya

REMBANG- Meski Rembang kini mengalami musim kering yang berkepanjangan, menurut KH Cholil Bisri, tetap harus disyukuri. Sebab jika terjadi hujan, bencana alam banjir dan tanah longsor akan menimpa masyarakat.

Penyebabnya, menurut pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Thalibien itu, kini banyak hutan di daerah tersebut yang rusak karena ulah manusia. Penebangan liar merajarela, membuat hutan yang semula rimbun menjadi gundul.

Hal itu tentu merugikan masyarakat. Sebab, bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Melihat hutan yang gundul, berarti banyak manusia yang tidak mensyukuri nikmat Allah. Dan itulah penyakit kebanyakan manusia saat ini, yaitu penyakit bodoh," kata dia, saat berbicara dalam acara Nuzulul Quran di Masjid Agung Rembang, kemarin malam.

Jika hujan deras datang sedangkan hutan gundul, akan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

"Tapi untungnya, di Rembang jarang hujan. Jika diberi hujan yang sangat deras oleh Allah, bencana banjir dan tanah longsor pasti akan terjadi seperti peristiwa di Bohorok itu," katanya lebih lanjut.

Memelihara Ciptaan-Nya

Rasa syukur kepada Allah, lanjut wakil Ketua MPR itu, harus diwujudkan dengan memelihara ciptaan-Nya. Juga dengan memuliakan yang memberi nikmat.

Bukan hanya hutan yang harus diperhatikan, melainkan juga kondisi kelautan. Saat ini ikan di laut habis, karena kurang dipelihara.

Bahkan, para nelayan asing dibiarkan masuk ke wilayah Indonesia.

Akibatnya, perolehan ikan para nelayan menjadi sangat sedikit.

"Para nelayan banyak yang mengeluh karena tangkapan ikannya sedikit. Hal itu tidak lepas karena mereka kurang mensyukuri dan memelihara alam ini," tegas dia.

"Jika nikmat Allah tidak disyukuri dengan baik, akan datang bencana. Sebaliknya, jika disyukuri akan datang nikmat," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, KH Cholil Bisri juga menjelaskan tentang fungsi Alquran, yaitu sebagai petunjuk hidup agar manusia selamat dunia dan akhirat, rahmat bagi orang yang beriman, dan juga syifa' atau obat penawar hati.

"Jika hati sakit, badan juga sakit. Sebab, penyakit itu bersumber dari hati," katanya. (H13-49i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA