
| Kamis, 13 November 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Listrik di Tiga Kecamatan Masih Belum NormalBLORA- Meski sudah menyala, hingga kemarin aliran listrik di Kecamatan Menden, Kedungtuban, dan Randublatung masih belum sempurna. Aliran listrik di tiga wilaah itu padam, akibat angin kencang di wilayah Blora Selatan, pada Sabtu (8/11) sore lalu. ''Memang sudah menyala, tetapi ya itu, belum sempurna. Masih sering byar pet,'' ungkap Supardi, PNS di Kecamatan Kedungtuban, kemarin. Suwarno, petugas PLN Ranting Cepu menjelaskan, listrik masih sering mati karena masih perlu pembenahan-pembenahan. Angin kencang beberapa hari lalu itu merobohkan lima tiang milik PLN, tiga di antaranya patah dan sebuah travo jatuh. Hal itu menyebabkan aliran listrik di kecamatan-kecamatan Blora bagian selatan padam sampai tiga hari lebih. Sebagaimana diberitakan, angin kencang disertai hujan deras yang menimpa wilayah Blora Selatan, membuat warga di Kecamatan Kradenan, Menden, Kedungtuban, dan Randbulatung tidak tenang. Mereka takut angin kencang merobohkan rumah mereka. Angin kencang itu menyebabkan sejumlah tiang listrik tumbang dan praktis aliran listrik di tiga kecamatan padam total beberapa hari. Di Kedungtuban, angin kencang berakibat cukup parah. Menurut Supardi, salah satu warga, sedikitnya tujuh rumah warga roboh dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Tiga tiang listrik milik PLN Ranting Cepu dan lima tiang telepon roboh. ''Sedikitnya 25 pohon jati roboh diterpa angin yang bertiup sangat kencang,'' jelasnya. Lima rumah yang roboh masing-masing milik Wakijan, warga Dukuh Klampok, Desa Tanjung, dengan kerugian Rp 5 juta, Sumijan (Rp 8 juta), Karji (Rp 8 juta), Pardi (Rp 4 juta), serta milik Panijan, warga Dukuh Klampok, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, dengan kerugian Rp 4 juta. Dua rumah roboh lain milik Sunaryo, warga Desa Sogo. Dia menderita kerugian Rp 11 juta. (ud-49i) |