| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 4 November 2003 |
|
TAJUK RENCANA : Gairah Bisnis Menjelang Lebaran - Kegiatan bisnis, khususnya di sektor perdagangan dan ritel, semakin marak menjelang Lebaran. Lihatlah di pusat-pusat perbelanjaan, supermarket, atau mal yang selalu dipenuhi pengunjung. Simak pula produk-produk konsumtif yang jor-joran promosi pada saat seperti ini. Mulai dari barang elektronik, makanan, pakaian, sampai ke mobil. |
TAJUK RENCANA : Masukan Masyarakat dalam Pembentukan TPK - Sebanyak 223 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPTPK) atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu diumumkan di media massa. Mereka adalah nama-nama yang telah lolos seleksi yang dilakukan sebuah tim dari 513 orang yang melamar untuk menjadi anggota dan pimpinan KPK. |
|
|
KARANGAN KHAS : Bahasa dan Budaya Populer Oleh: Triyono Lukmantoro SUDAH sedemikian rusakkah bahasa kita akibat pengaruh bahasa asing yang lain? Atau, kita dapat memformulasikannya dengan ungkapan interogatif, Masihkah kita setia dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?" Ini dengan perhitungan yang merujuk pada pernyataan "Bahasa menunjukkan bangsa". |
KARANGAN KHAS : Akuntan dalam Pemberantasan Korupsi Oleh: Ade Permadi LAPORAN Transparancy International Tahun 2003 menyebutkan, Indonesia berada pada peringkat ke-6 negara paling korup dari 133 negara yang diteliti. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia hanyalah sebesar 1,9. Rentang IPK sendiri berada antara 1-10, di mana semakin tinggi nilainya semakin bersih negara tersebut. |
|
SURAT PEMBACAKaranganyar-ku yang NgambangMengikuti perkembangan pemilihan dan hasil Pilbup Karanganyar sampai saat ini, sungguh memprihatinkan. Saya yang merasa putra daerah meski 15 tahun hidup di luar kota masih merasa memiliki Karanganyar sebagai daerah kebanggaan. Saya wajib mengikuti perkembangan baik dari sisi ekonomi, sosial maupun politiknya. Sebagai orang kecil yang tidak pernah belajar politik, tetapi punya rasa ingin tahu terhadap situasi politik, saya prihatin dengan hasil Pilbup yang sampai kini masih terkatung-katung legalitasnya. |
||