logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Sala  
Line

Pedagang Keluhkan Akses Air

ALUN-ALUN LOR-Puluhan pedagang keris dan kacamata di sisi timur Alun-alun Lor, yang mulai Jumat ( 31/10) lalu menempati kios baru, mengeluh. Sebab, belum tersedia sambungan air. Mereka ingin segera ada sambungan air agar 10 unit MCK di kedua titik bisa digunakan.

"Listrik dan jaringan telepon sudah tersambung ke kios-kios. Namun air belum tersedia. Sampai sekarang kami masih menunggu penyambungan pipa air. Padahal, kebutuhan akan air sangat mendesak," ujar Hadi Suparmo, Ketua Himpunan Pedagang Keris dan Kacamata (HPKK).

Pedagang dulu diberi janji akan mendapat dua titik keran air setiap kopel kios. Jika membutuhkan mereka tinggal mengambil air dari tempat itu. Air juga diperlukan untuk 10 unit MCK.

Pedagang belum mengetahui air berasal dari PDAM atau sumur bor (artetis).

Namun dari pembicaraan sebelum mereka pindah rencananya dibuatkan sumur bor tersendiri yang ditampung di reservoir. Dari tempat itu air didistribusikan.

Namun sampai sekarang rencana itu belum terwujud. Pedagang pun tak bisa memperoleh air.

Hal itu membuat pedagang terpaksa mengambil air dari tempat lama atau dari salah satu sumur peninggalan warga yang sekarang digusur. Sumur gali yang dulu milik seorang penghuni kawasan itu sekarang masih difungsikan.

Pindah

Puluhan pedagang keris dan kacamata di sisi timur Alun-alun Lor memindah sarana dan barang dagangan ke kios baru. Itu mereka lakukan setelah menerima surat edaran dari Keraton Surakarta mengenai batas waktu pemindahan, Kamis (30/10) lalu.

Pemindahan direncanakan hanya berlangsung satu hari karena batas waktu habis kemarin.

Puluhan lemari etalase diangkuti ke kios baru oleh beberapa pekerja yang disewa pedagang. Beberapa pedagang hanya memasukkan barang dagangan ke dalam kardus.

Sementara itu, kios lama sudah rata dengan tanah. Pekerja di tempat itu kini sibuk memasang paving block dan membersihkan reruntuhan kios. Selain pemasangan paving block halaman parkir, pekerja juga membuat jalan di depan kios dan merenovasi lima situs di antara blok-blok kios.

Pedagang yang baru saja pindah ke kios baru mulai berjualan secara normal. Hampir semua kios telah dibuka.

"Belum ramai, tetapi cukup lumayan. Setiap hari ada pembeli datang, terutama ke kios keris," kata Hadi Suparmo.

Papan informasi berisi nama para pedagang dan letak kios, kata dia, tengah dalam penyelesaian. Papan itu untuk mempermudah pembeli menemukan kios langganan mereka. (G18-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA