
| Selasa, 4 November 2003 | Sala |
Dalimin Tewas Dibantai Dua Tersangka Ditangkap
KLATEN- Sebuah pembunuhan sadis terjadi di bulan Puasa ini. Dalimin (40), warga Dukuh Somoyudan, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, tewas dengan keadaan mengenaskan setelah dibantai dua orang, Minggu (2/11) pukul 19.15. Kedua pelakunya, Slamet alias Toho (25) dan Wahyudi alias Keple (25), keduanya warga Dukuh Tugurejo, Desa Wiro, Bayat, ditangkap polisi delapan jam setelah kejadian. Kini, keduanya ditahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. ''Pembunuhan ini diduga bermotif dendam, karena korban memukul Slamet pada pagi harinya. Namun, kami masih akan menyelidikinya. Saat ini, kami masih meminta keterangan kedua tersangka. Mereka ditangkap secara terpisah,'' tutur Kasat Reskrim Polres Klaten Iptu Azis Ardiansyah, kemarin. Dia mengungkapkan, pembunuhan itu berlangsung dalam tempo singkat. Ketika itu, korban baru dalam perjalanan pulang ke rumah mengendarai motor Honda C70 BM-4468-G. Tak jauh dari rumahnya, dia dicegat oleh dua tersangka yang sudah menunggunya. Tanpa banyak bicara, korban diserang oleh pelaku dengan menggunakan celurit dan parang. Pengeroyokan itu berlangsung sangat cepat tanpa ada perlawanan dari korban. Dalam waktu sekejap, korban jatuh tersungkur dengan tubuh bersimbah darah. Keadaan luka-luka korban yang parah, antara lain perutnya sobek, dadanya berlubang, dan tangan kanannya patah. Melihat korbannya tak berdaya, kedua tersangka kabur. Warga yang mengetahui ada perkelahian segera mendekat, lalu mereka melarikan korban ke RS Dokter Soeradji Tirtonegoro Klaten. Namun karena kondisinya sangat parah, korban meninggal dalam perjalanan. Kejadian itu segera dilaporkan ke polisi. Dengan cepat, polisi mencari informasi dari para saksi dan menyelidiki tempat kejadian. Dari lokasi penganiayaan, polisi menemukan motor Yamaha Force 1 yang nomor polisinya tak jelas, sepotong kayu dan parang yang digunakan menghajar korban. Mencari Celurit ''Mungkin karena terburu-buru, motor pelaku tertinggal di tempat kejadian. Motor itu telah kami sita. Saat ini, kami masih mencari celurit yang diakui tersangka dibuang di jalan Bayat-Cawas,'' ujar Kasat Reskrim. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti itulah polisi mengetahui identitas pelaku. Mereka kemudian membentuk dua tim untuk memburu pelaku. Tim pertama dapat menangkap Wahyudi saat bersembunyi di rumah tetangganya, Senin (3/11), pukul 03.00. Tim kedua dapat membekuk Slamet di rumah mertuanya Desa Logandeng, Klaten, pada waktu hampir bersamaan. Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi kepada polisi, pagi harinya salah satu seorang Slamet ngompas (memeras-Red) di tetangga Dalimin. Korban yang dilapori marah dan menantangnya. (F5-14j) |