logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Baru Wacana, Hamzah Tolak Koalisi dengan Mega

JAKARTA- Ketua DPP PPP Zarkasih Nur menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan partai soal keengganan Hamzah Haz bergandengan tangan dengan Megawati Soekarnoputri.

Karena itu, kalau ada orang PPP berbicara bahwa Haz menolak koalisi dengan Mega, hal itu baru sebatas wacana orang tersebut.

''Hamzah ogah digandeng Mega itu belum jadi keputusan partai. DPP belum bicara soal koalisi. Yang kami bicarakan baru bagaimana meningkatkan kinerja untuk hasil yang lebih baik,'' kata Zarkasih Nur kepada pers di Jakarta, Senin (3/11), menanggapi pernyataan salah seorang ketua DPP, Faisal Basyir.

Zarkasih mengaku belum mengetahui dengan partai mana PPP akan berkoalisi, sebab hal itu akan sangat bergantung pada seberapa jauh perolehan kursi PPP di DPR.

''Kalau hasilnya kecil, PPP akan terima jabatan wapres. Namun kalau hasilnya besar, kami akan mencalonkan Hamzah Haz sebagai presiden.''

Ditanya, apakah ada persoalan antara Mega dan Haz, Zarkasih mengatakan tidak ada. Hubungan keduanya biasa-biasa saja dan DPP PPP selalu meminta kepada Haz agar bekerja untuk nusa dan bangsa. Dengan demikian, dengan siapa pun bergandengan, pengabdian dia harus kepada bangsa dan negara.

''Tidak ada pertentangan di antara kedua tokoh itu. Hubungan mereka baik dan mesra. Fokus utama kami, bagaimana PPP dapat meraih 20% kursi DPR. Itu saja.''

Zarkasih setuju untuk ke depan perlu ada koalisi antara kelompok nasionalis dan agama. Kedua kelompok itu jangan dipertentangan, justru harus didorong agar selalu bersama-sama membangun bangsa. ''Ke depan perlu ada koalisi antara kelompok nasionalis dan agama, sebab yang nasionalis itu agamis dan yang agamis itu nasionalis.''

Jadi Hak

Namun kalau ada partai yang menekankan masalah agama, lanjut dia, hal itu menjadi hak partai tersebut. Begitu pula kalau ada partai yang menekankan masalah nasionalis, itu pun menjadi hak partai bersangkutan. Yang penting, keduanya jangan dipertentangan.

''Kalau dipertentangkan, berarti set back ke masa lalu dan yang begitu itu tidak akan berguna bagi bangsa.''

Di tempat terpisah, Wakil Sekjen PPP Yusuf Rizal Tjokroaminoto juga mempertanyakan dari mana Faisal Basyir bisa mengatakan, PPP menolak bergandengan tangan dengan Megawati, mengingat hubungan kedua tokoh itu baik-baik saja.

''Kami tidak percaya Pak Hamzah Haz tak mau lagi duet sama Ibu Mega. Sekarang kami memang belum bicara gandeng-menggandeng, tapi duet keduanya masih baik.''

Sementara itu, politikus dari PDI-P Kharimun Usman juga tidak yakin Haz sudah tak mau bergandengan lagi dengan Mega, mengingat kedua tokoh itu tetap mesra, bahkan malah saling menopang.

''Mungkin pernyataan itu baru wacana Faisal Basyir. Kami pun tahu PPP belum menetapkan siapa tokoh yang akan diduetkan dengan ketua umum DPP PDI-P.''

Dikatakannya pula,'' Jika itu pendapat pribadi Fasial, sah-sah saja. Saya pikir, untuk perekat bangsa ke depan, koalisi kelompok nasional dan agama masih diperlukan.'' (nas-13i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA