
| Selasa, 4 November 2003 | Berita Utama |
Dihiyang..., Kahyangan...DIENG berasal dari istilah Jawa Kawi, yaitu dihiyang, yang berarti kahyangan. Karena itulah, Dieng dulu menjadi tempat suci untuk bersemedi nenek moyang di masa lalu. Kawasan itu, menurut catatan sejarah, merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno pada masa Raja Rake Warak Dyah Manara. Masa pemerintahan raja ini kurang lebih pad tahun 809, diawali dengan pembangunan (bertahap) candi-candi sebagai tempat persembahyangan. Dan peninggalan purbakala itulah yang sekarang masih bisa kita nikmati sebagai salah satu objek wisata di puncak gunung tersebut. Banyak hal yang tersaji di sana. Misal, wilayahnya berhawa sejuk dengan suhu 13-17 derajat Celsius. Malah pada Juli-Agustus, suhu bisa di bawah nol derajat. Pada bulan-bulan itu sering terjadi hujan es atau salju dengan ketebalan sampai 5 cm. Sebagai daerah kahyangan, tentu objek yang ditawarkan pun sedikit berbeda dari objek wisata pada umumnya. Berikut sekelumit profil sebagian objek wisata yang ditawarkan Dieng: Kawah Candradimuka Di sini terdapat sumber mata air panas maupun dingin. Para wisatawan biasanya menggunakan air telaga untuk berbagai keperluan, karena konon punya kekuatan magis. Kawah Sikidang Kawah Sikidang memiliki keajaiban, karena lubang kepundannya selalu berpindah-pindah. Hembusan asap putihnya memiliki aroma khas gunung berapi. Wisatawan bisa menikmati keajaiban alam langsung dari bibir kawah, misalnya kepundannya yang gemulak dan mendidih, dengan semburan lava berwarna kelabu. Telaga Merdada Sungguh merupakan karunia Tuhan yang tak ternilai harganya. Panorama indah dan udara sejuk. Wisatawan bisa memandang hamparan air nan biru, serta merasakan kedamaian dan ketenangan hati. Bahkan bagi yang punya hobi memancing juga bisa menyewa perahu untuk memancing di tengah telaga yang banyak ikannya itu. Telaga Balekambang Di kawasan Candi Arjuna, yang dikelilingi pegunungan dengan panorama alam yang asri, terdapat Telaga Balekambang dan sumber air Sendang Sedayu. Indah sekali. Situs Candi Hindu Meski sudah berusia seribu tahun lebih, hasil peradaban manusia pada masa lalu ini sudah teruji oleh berbagai peristiwa alam yang keras. Sampai kini, candi-candi itu masih berdiri kokoh, melengkapi kewibawaan dan keindahan alam Dieng. Telaga Warna Lagi-lagi kita menemukan keajaiban alam serta keagungan ciptaan Tuhan. Telaga dengan air berwarna-warni itu bisa dinikmati para wisatawan dengan rasa kagum, atau penasaran. Tempat yang tenang itu juga bisa digunakan untuk beristirahat, selepas melakukan perjalanan mengelilingi sejumlah objek wisata yang lainnya. (48) |