logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Berita Utama  
Line

Tiket KA Arus Balik Mulai Diserbu

BANDUNG- Tiket KA eksekutif jurusan ke timur dari Bandung, terutama pemberangkatan 21-23 November, kemarin sudah ludes diborong calon pemudik. Hal ini akibat dibolehkannya pemesanan tiket sejak H-30. Selain itu, sebagian di antara calon penumpang bahkan sudah memesan tiket balik mereka, terutama untuk 29-30 November. Sekitar 150 penumpang sudah menyatakan memesan tiket balik tersebut. Kebijakan Direksi PT KA untuk angkutan Lebaran 2003 memang memungkinkan pemesanan tiket balik dari tempat asal pemberangkatan.

"Bahkan ada kemudahan lain, calon penumpang bisa memesan jurusan Jakarta-Solo, meski dia berada di Bandung. Mengingat, sistem ticketing kami sudah online benar," kata Kehumas Daop 2 Bandung, Akhmad Sujadie di Bandung kemarin.

Sistem online seperti itu, bisa dimanfaatkan calon penumpang di stasiun besar, seperti Gambir Jakarta, Semarang Tawang, Tugu Yogyakarta, Surabaya Pasar Turi Gubeng, Stasiun Besar Bandung, dan Solo Balapan.

Berdasarkan Keputusan Direksi PT KA No. KM 149 bertanggal 31 Oktober 2003, tarif KA komersial juga menggunakan tarif teratas. Pemberlakuan diskon dan sistem zona tidak berlaku selama masa angkutan Lebaran, 18 November-7 Desember.

Tiket pemberangkatan dari Bandung yang habis yakni untuk tiket KA Argo Wilis dan Turangga, keduanya jurusan Bandung-Surabaya. Setiap pemberangkatan dua KA ini, disediakan 200-300 tempat duduk/harinya.

"Tadinya kami akan menggelar Argo Wilis tambahan. Namun positif batal karena keterbatasan kereta. Yang pasti adalah KA tambahan kelas ekonomi jurusan Surabaya," kata Kepala Daop II Bandung, Bambang Irawan kemarin.

Sementara itu, KA Harina jurusan Bandung-Semarang, kali ini menurut Humas Daop II Bandung, Akhmad Sujadie belum diserbu calon pemudik. KA ini menyediakan 250 tempat duduk/harinya. "Di hari puncak antara 21-23 November, masih disisakan 50 tempat duduk/harinya," katanya.

Meski sudah habis, Sujadie menambahkan, calon penumpang tidak usah khawatir, sebab masih ada tiket yang akan dijual untuk jurusan yang sama. Mengingat, jumlah tiket tersebut belum termasuk kereta tambahan.

Adapun untuk KA lain terutama bisnis, menurut Sujadie, pemesanan tiketnya dimulai sejak H-7. Di Bandung, hal ini melayani KA Mutiara Selatan Bandung-Surabaya dan Lodaya Bandung-Yogyakarta-Solo.

"Untuk memudahkan penumpang dan menghindari calo, kami akan menyebarkan kupon antrean yang diperoleh dengan melampirkan fotokopi KTP orang yang akan berangkat. Ini pun berlaku bagi KA eksekutif," kata dia.

Puncak Mudik

Sementara itu, Kepala Stasiun Gambir, Besar Susmarto mengatakan penjualan tiket tambahan kereta api kelas eksekutif sebanyak 500 tempat duduk dengan 10 rangkaian telah habis terjual. Tiket tambahan ini untuk keberangkatan pada 21 hingga 23 November, yang merupakan puncak arus mudik.

"Tiket yang dijual sejak Senin (3/11) pagi ini habis, karena sistem penjualan online tersebar di tujuh stasiun. Sistem ini baru diuji pada tahun ini, demikian juga sistem penjualan H-30," kata dia.

Tiket tambahan KA yang habis, yakni KA Bima, Argo Bromo, Argo Gede, Argo Lawu Argo Dwipangga, Argo Muria, Argo Anggrek, Taksaka, dan Kamandanu. Selain di Stasiun Gambir dan Juanda, tiket tambahan dapat diperoleh di Stasiun Jatinegara, Jakarta-Kota, Senen, Bekasi dan Bogor.

Meski begitu, lanjut dia, hingga kini masih banyak calo yang beroperasi. "Modusnya sekarang, para calo membeli tiket di stasiun baru dan menjualnya di Gambir," ujarnya.

Besar berharap kereta tambahan untuk eksekutif dan bisnis sudah bisa dijalankan saat puncak arus mudik nanti. Sementara itu, calon pemudik di Stasiun Gambir tampak terkejut mendengar, tiket tambahan telah habis, sedangkan tiket yang tersisa, yakni untuk keberangkatan pada 24 November dan seterusnya, serta untuk sebelum 20 November.(dwi,dtc-64i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA