logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Berita Utama  
Line

Tanya Jawab Seputar Ramadan

Menyambut Lailatulkadar

Bagaimana perayaan lailatulkadar yang ada sekarang?(08122563xxx)

HADIS-HADIS Nabi saw ada yang mengisyaratkan bahwa lailatulkadar terjadi pada malam-malam ganjil setelah dua puluh hari Ramadan. Sebagian ulama merujuk malam dua puluh tujuh sebagai malam yang diduga keras sebagai malam lailatulkadar. Karena itu, di beberapa negeri Islam Timur Tengah, perayaan Nuzulul Quran mereka laksanakan pada tanggal tersebut. Itu berbeda sekali dari perayaan yang dilakukan umat Islam Indonesia yaitu pada 17 Ramadan.

Umat Islam yang ingin menemukan malam qadar ini hendaknya mempersiapkan diri menyambutnya sejak awal Ramadan. Dengan demikian, insya Allah mereka akan memperoleh kemuliaannya. Kemuliaan (al-qadar) malam itu ialah keterkaitan dengan ibadah. Artinya, ibadah pada malam tersebut mempunyai kemuliaan dan pahala tersendiri yang berlipat ganda, berbeda dari malam-malam yang lain. Ada pula yang berpendapat, kemuliaan itu berupa kedudukan yang tinggi dan pengampunan dosa-dosa.

Lailatulkadar merupakan peristiwa besar dan hebat, sehingga hakikatnya tidak mudah diungkap kecuali dengan pertolongan Allah swt. Cahaya waktu Nabi menerangi alam raya memberi petunjuk kebahagiaan bagi manusia pada malam qadar itu dan menembus kalbu insani. Karena itu, terciptalah manusia yang akan menjadi saksi di hadapan umat manusia dan membawa rahmat bagi alam semesta. (78e)


Bila Anda ingin bertanya seputar puasa Ramadan, kirimkan pertanyaan kepada pengasuh rubrik ini lewat SMS ke 0811270607.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA