logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Tamu Ramadan

Dambakan Polisi Bermoral

BAGI jajaran kepolisian, tidak ada perubahan jam kerja di tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Justru, bulan Ramadan merupakan moment terbaik baik anggota polisi untuk meningkatkan kinerja dan sebagai ajang introspeksi dalam menjalankan tugas selama ini.

Hal itu dikatakan Kabag Ops Poltabes Semarang Komisari sPol Drs Wagisan SH kepada Suara Merdeka di sela-sela kesibukannya di Mapoltabes, kemarin.

''Tidak ada perubahan jam kerja bagi anggota polisi. Tugas polisi tetap konstan, siang malam sama saja. Yang ada jam kerjanya diundur, bila pada hari biasa jam sibuk pada jam 07.00, maka pada jam sibuk di bulan Ramadan biasanya pada pukul 08.00,'' kata dia yang meniti kariernya dari tingkat bintara tahun 1972 itu.

Moncer

Wagisan tergolong perwira menengah yang cukup moncer. Di samping berhasil meniti kariernya melalui jalur konvensional Polri, dia juga menamatkan kuliahnya sebagai sarjana penuh di Jurusan Administrasi Negara FISIP UT, dan Fakultas Hukum Untag Semarang.

Jabatannya di Poltabes, pernah ditugaskan sebagai Pamapta tahun 1986-1987, Wakapolsekta Semarang Tengah 1987-1988, Kanitkrimum Satserse Poltabes 1989, Kasat Ops 1996-1997, Kapolsekta Semarang Genuk 1997-1998, Kabagmin Polres Pekalongan 1998-1999, Kaprimkopol 1999-2000 dan Kabag Ops Poltabes 2003.

Pria beristrikan seorang guru SD Lebdosari Rukiyati itu, terbilang sukses membina keluarga.

Tiga anaknya berhasil menamatkan studinya di jenjang perguruan tinggi. Secara berurutan, putra pertamanya lulus sarjana Fakultas Hukum Undip, putra kedua dan ketiga adalah sarjana kesehatan masyarakat (SKM).

''Alhamdulillah, anak-anak saya berhasil lulus semua,'' katanya.

Dia mengatakan, menjelang Lebaran jajaran kepolisian memiliki beban pekerjaan lebih berat. Jajarannya akan bekerja ekstra keras untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Dia menyontohkan, tugas rutin mengamankan H-10 dan H+10 Idul Fitri pos-pos Operasi Ketupat Candi.

''Tujuannya, membantu memberi rasa khusyuk bagi masyarakat yang menunaikan ibadah puasa dan memantau arus mudik dan balik,'' kata lelaki kelahiran Purworejo, 6 Agustus 1951 itu.

Sebagai penjaga gawang moralitas, dia berharap anggota polisi prima saat bertugas dan memiliki budi pekerti yang baik. Artinya, setiap anggota polisi, hendaknya bisa memberikan contoh yang baik kepada lingkungannya.

''Terutama mengenai soal moral dan pergaulan sehari-hari di tengah masyarakat,'' katanya.(Karyadi-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA