
| Selasa, 4 November 2003 | Internasional |
Badawi Siap Berantas KorupsiKUALA LUMPUR - Abdullah Ahmad Badawi, perdana menteri baru Malaysia, menyampaikan pidato pertama di depan parlemen sebagai pemimpin pemerintah Senin kemarin. Dia bersumpah tidak akan berhenti melancarkan perang melawan terorisme dan berjanji akan memberantas korupsi. Badawi, yang menurut seorang pembantunya akan mengambilalih jabatan menteri keuangan, mengatakan dia akan tetap melanjutkan kebijakan-kebijakan pendahulunya dan akan membuat negara itu lebih menarik bagi investor asing. ''Saya pastikan bahwa saya akan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah diletakkan oleh para pemimpin sebelum saya,'' kata Badawi, yang mengambil-alih jabatan PM Jumat lalu dari pemimpin kawakan Mahathir Mohamad, kepada parlemen. PM baru itu, yang dikuasai emosi ketika mengakhiri pidatonya, mengatakan dia akan bersikap tegas dalam masalah keamanan, hukum dan ketertiban. ''Kita tidak dapat berkompromi ketika berhadapan dengan ancaman yang dikeluarkan oleh ektremis, teroris, dan militan,'' kata Badawi, yang pernah berkecimpung di bidang perang psikologis antikomunis. ''Upaya-upaya untuk merusak keamanan nasional dan ketertiban publik harus diatasi dengan tegas.'' Tidak ada serangan militan di Malaysia yang sebagian besar penduduknya beragama Islam selama keprihatinan global terhadap terorisme, menyusul serangan kamikaze 11 September 2001 di Amerika Serikat. Tetapi beberapa warga Malaysia bergabung dengan Jamaah Islamiah (JI), yang disebut-sebut punya kaitan dengan jaringan Al Qaedah pimpinan Usamah bin Ladin. JI juga dituduh menjadi otak pengeboman di Bali setahun lalu dan Hotel JW Marriott di Jakarta pada Agustus lalu. Indeks Saham Turun Selama dua tahun terakhir, Badawi - sebagai mendagri - menandatangani hampir 90 surat perintah penahanan yang mengizinkan polisi menahan orang yang diduga militan tanpa melalui pengadilan. Para pembantu PM tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Badawi akan mengambilalih jabatan kementerian keuangan yang sebelumnya dipegang oleh Mahathir, dan dia tetap mempertahankan penasihat ekonomi era Mahathir, yakni Nor Mohamed Yakcob. Nor Mohamed membantu merancang reformasi perbankan, restrukturisasi utang, dan menyarankan Mahathir agar mematok mata uang ringgit selama krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an. Para investor selama ini sangat berharap pada pemimpin baru tersebut. Namun bursa saham sedikit menurun karena aksi ambil untung kemarin, setelah mencapai angka tertinggi selama 38 bulan terakhir pada Jumat lalu. Indeks saham utama turun 0,67 persen pada poin 811,66 kemarin siang. Indeks tersebut pernah mencapai sekitar 26 persen tahun ini. Pilih Wakil PM Badawi kemungkin memegang jabatan menteri keuangan hanya untuk sementara dan akan menunjuk menteri keuangan baru setelah pemilu yang diperkirakan akan diselenggarakan tahun depan, kata sumber politik yang dekat dengan pemimpin baru tersebut. Tetapi dia mungkin mengumumkan orang yang menduduki jabatan wakil PM pada Desember mendatang, setelah bulan Ramadan. Sekalipun dia tidak memberi petunjuk apa pun, sumber-sumber mengatakan Menhan Najib Razak merupakan pilihan favorit untuk jabatan wakil PM tersebut. Mendiang ayah Najib, Abdul Razak, adalah PM kedua Malaysia yang berkuasa dari 1970 sampai 1976. Berdasarkan konvensi, wakil PM dijabat oleh salah seorang dari tiga wakil ketua UMNO, organisasi yang memimpin koalisi multietnis Malaysia sejak negara itu merdeka dari Inggris pada 1957. Dalam pidatonya, Badawi menggarisbawahi berbagai tujuan yang meliputi membentuk pemerintahan yang tidak birokratis dan ramah pada kalangan bisnis, serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Badawi, yang tetap memegang jabatan mendagri dan dikenal sebagai Mr Clean dalam peta politik Malaysia, mengatakan bahwa dia akan memberantas korupsi.(rtr-ben-46) |