
| Selasa, 4 November 2003 | Ekonomi |
Wastra Indah di Ujung TandukMALANG - Nasib PT Wastra Indah (WI) ibarat telur di ujung tanduk. Sejak Minggu (2/11) anak perusahaan Grup Texmaco itu lumpuh total menyusul peliburan ribuan karyawan sejak Sabtu (1/11) dan pemutusan kembali aliran listrik oleh PLN. Cobaan bagi Wastra Indah itu masih ditambah dengan terganggunya mesin pembangkit listrik (genset) karena ada komponennya yang terbakar, sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan listrik. Akibatnya, rencana mempekerjakan sejumlah karyawan di bagian spinning (pemintalan) dan weaving (tenun) juga tertunda. Sejak Sabtu malam hingga Minggu petang kemarin tidak tampak aktivitas sedikit pun di WI. Yang ada hanyalah sejumlah anggota satpam yang mondar-mandir di sekeliling lingkungan perusahaan. Padahal, biasanya aktivitas di perusahaan itu selalu tampak baik pagi, siang, maupun malam. Salah satu anggota satpam di sana menyebutkan, tidak adanya aktivitas di PT Wastra Indah karena listriknya diputus lagi oleh PLN. Selain itu, memang karyawannya tidak bekerja karena diliburkan kembali, meski tidak semuanya. ''Kalaupun ada itu hanya di bagian spinning sekitar 90 orang. Pemutusan kembali aliran listrik kali ini yang ketiga,'' kata Satpam itu. Belum Bayar Pemutusan aliran listrik itu akibat perusahaan tersebut belum membayar rekening listrik Oktober 2003 sebesar Rp 720 juta. Hal itu diakui Ketua Forum Komunikasi Penyelamatan Karyawan Texmaco (FKPKT) Unit Kerja PT WI Nurhadi SE MM saat ditemui di kantornya, baru-baru ini. Murhadi yang juga Manajer Produksi Departemen Weaving PT WI mengatakan, kini beban yang harus ditanggung perusahaan itu sangat banyak. Antara lain, gaji Oktober, tunjangan hari raya (THR), dan gaji setelah hari raya. Semuanya sekitar Rp 4,4 miliar. Kalau ditambah tunggakan listrik, total sekitar Rp 5 miliar. Untuk mengatasi hal itu, secara bergantian penggunaan genset diatur di beberapa bagian. Misalnya, hingga 15 November bagian spinning akan menggunakan genset, setelah itu aliran dipindah ke bagian weaving yang masih harus menyelesaikan produksi kain 750.000 meter. (Jo-82e) |