logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Ekonomi  
Line

Kunjungan Wisman Turun 5,98 Persen

JAKARTA - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia melalui 13 pintu masuk selama September 2003 turun 5,98% menjadi 346.209 orang dari 368.217 orang selama Agustus.

"Seperti tahun-tahun lalu, jumlah wisatawan macanegara pada September selalu turun setelah melalui masa peak season pada Juli-Agustus," kata Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS Slamet Mukeno di Jakarta, Senin.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, wisatawan mwncanegara pada September 2003 masih lebih rendah 8,57%. Hal itu menunjukkan perkembangan pariwisata tahun ini belum terlalu baik.

Sementara itu, secara kumulatif hingga September 2003, wisatawan mancanegara yang ke Indonesia 2,66 juta orang, lebih rendah 18,41% dari periode yang sama pada 2002 sekitar 3,26 juta orang.

Slamet menambahkan, penurunan jumlah wisatawan mancanegara pada September 2003 terjadi di sebagian besar pintu masuk. Penurunan dengan persentase tertinggi terjadi di Bandara Adi Sumarmo 11,62%, disusul Juanda 11,29%, dan Mataram 10,57%.

Lalu, di Bandara Soekarno-Hatta turun 7,64%, Tanjung Pinang 7,49%, Ngurah Rai 7,42%, dan Batam 4,52%.

"Sementara itu, kenaikan jumlah wisatawan mancanegara hanya terjadi di tiga pintu masuk, yaitu di Entikong 16,53%, Tanjung Priok 10,44%, dan Polonia 8,19%," kata Slamet.

Penghunian Kamar

Mengenai tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 daerah tujuan wisata (DTW) Indonesia pada Agustus 2003 rata-rata 44,31%, turun 2,51 poin dari bulan sebelumnya sekitar 46,82%.

TPK Provinsi Jateng menempati urutan tertinggi, yaitu 47,85%, naik 4,76 poin dari bulan lalu. Adapun TPK Bali Agustus naik 3,89 poin dari 43,75% menjadi 47,64%.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang di 10 DTW Indonesia selama Agustus 2003 mencapai 2,04 hari, yang berarti naik 0,07 hari dibandingkan dengan Juli 2003.

Secara keseluruhan rata-rata lama menginap tamu asing pada Agustus 2003 lebih tinggi daripada tamu Indonesia, yaitu tamu asing 3,24 hari dan tamu Indonesia 1,67 hari.

Jika diperinci menurut provinsi, tercatat lama menginap tamu tertinggi terjadi di Provinsi Bali yakni 3,50 hari dan diikuti DI Yogyakarta 3,32 hari.

"Rata-rata lama menginap tamu terendah di Sumut yakni 1,23 hari," katanya.

Rata-rata lama menginap tamu asing tertinggi di Sulut yakni 4,38 hari, diikuti DI Yogyakarta 3,97 hari. Bali menempati urutan ketiga yakni 3,56 hari.

Adapun rata-rata lama menginap tamu Indonesia, tertinggi di Bali yakni 3,27 hari, disusul DI Yogyakarta 3,23 hari, dan terendah di Sumut 1,04 hari. (ant-82e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA