
| Selasa, 4 November 2003 | Ekonomi |
Tegal Tertinggi
Inflasi Oktober 0,55 PersenJAKARTA - Selama Oktober 2003 Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi 0,55%, sehingga laju inflasi tahun kalender (Januari hingga Oktober) 2003 mencapai 3,05%. Adapun inflasi tahun ke tahun (Oktober 2003 terhadap Oktober 2002) adalah 6,22%. Keterangan itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS Slamet Mukeno MA di Gedung BPS Pusat Jakarta, kemarin. Inflasi tersebut disebabkan naiknya harga dan tarif sejumlah komoditas menjelang Ramadan. Di Pulau Jawa, dari 14 kota yang dipantau, inflasi tertinggi terjadi di Tegal yakni 1,36% dan inflasi terendah di Malang 0,23%. Di luar Pulau Sumatra dan Jawa, inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin 1,74% dan terendah di Sampit 0,03%. ''Beberapa komoditas yang naik harganya selama Oktober 2003, antara lain daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, emas perhiasan, obat dengan resep, dan upah pembantu rumah tangga. Komoditas yang turun harganya adalah gula pasir, tomat sayur, petai, dan kangkung.'' Semua kelompok pengeluaran yang tercakup dalam indeks harga konsumen (IHK) tersebut mengalami inflasi tiap-tiap bahan makanan 1,78%, bahan makanan jadi 0,03%, perumahan 0,30%, sandang 0,25%, kesehatan 0,30%, pendidikan 0,13%, dan transpor 0,03%. ''Selama Oktober 2003, kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar adalah bahan makanan 0,43%, perumahan 0,07%, dan sandang 0,02%,'' ujarnya. (bn-82e) |