logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Ekonomi  
Line

Saham BRI Dijual dengan Sistem Pooling

JAKARTA - PT Bank BRI Tbk selama tiga hari sejak Senin (3/11) kemarin memulai penjatahan penjualan saham kepada masyarakat sebanyak 5% dari 3,8 miliar saham yang dialokasikan untuk investor lokal.

Untuk meratakan pemilikan saham mereka mengalokasikan dengan sistem pooling. ''Penjatahan hari ini memakai sistem pooling. Jadi, misalnya permintaan yang masuk 1.000 orang dan saham yang dijual 100.000, maka seluruh saham yang ada akan dibagi kepada semua peminat, sehingga semua nasabah akan kebagian,'' jelas Direktur BRI Ahmad Askandar pada penawaran umum perdana (IPO) saham BRI, di Plasa Bapindo Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin.

Memperoleh Bagian

Penjatahan itu berbeda dari penjatahan saham untuk nasabah sebelumnya di Gedung BRI yang menggunakan metode first come first out (FIFO), yakni nasabah yang datang dilayani dahulu. Akibatnya, pengantre saat itu membeludak.

''Kini sistem penjatahan diubah dengan sistem pooling, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang berduyun-duyun. Sebab, siapa pun yang mendaftar untuk membeli akan memperoleh bagian,'' tambahnya.

Namun, kata Askandar, jumlah saham yang diperoleh nasabah bergantung pada total saham yang dipesan dan total nasabah yang memesan.

Askandar menambahkan, pihaknya menerapkan lock up pada waktu pendaftaran. Dalam penjatahan sebelumnya untuk nasabah BRI tercatat pemesanan 1 miliar saham, sedangkan saham yang tersedia 200 juta lembar. Kali ini saham yang akan dilepas 5% dari 3,8 miliar saham atau 190 juta lembar. Penjatahan tersebut sudah termasuk dari permintaan lewat penjamin emisi dan sisa waktu penjatahan waktu sebelumnya.

Manajemen BRI tidak khawatir investor akan melepas saham pada saat listing 10 November mendatang yang menyebabkan harga saham mereka di pasar perdana jatuh. Sebab, mereka yakin banyak peminat akan membeli saham bank itu di pasar sekunder.

Mengenai jatah BRI dari hasil IPO yang ditambah Rp 1,5 triliun, Askandar menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal BRI. Dengan demikian, CAR mereka akan meningkat dari 13% saat ini menjadi sekitar 17%-18%. ''Kalaupun kami meningkatkan penyaluran kredit, CAR BRI masih akan berada pada kisaran 12%,'' ujarnya. (A20-82e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA