
| Selasa, 4 November 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Tiga Penjual Kupon Togel DitangkapTEGAL - Sekitar tujuh personel yang diduga dari Polda Jateng, Minggu (2/11) dengan menyamar mengadakan operasi judi togel di Kota Tegal. Mereka yang berpenampilan layaknya tim buru sergap (buser), memfokuskan operasinya di Jl Setia Budi. Kawasan jalan tersebut disebut-sebut sebagai pusat judi yang biasanya ramai sehingga disebut Las Vegas-nya Tegal. Dalam operasi singkat sekitar satu jam, tim mengamankan tiga penjudi yaitu Seno, Hao, dan Heri. Menurut keterangan kemarin, tim datang dengan menggunakan dua kendaraan. Begitu turun, tim langsung masuk ke rumah Seno, seorang pengecer. Selain dijadikan tempat menjual kupon, rumah itu juga dijadikan bengkel sepeda motor. Kebetulan seorang anggota Satpol PP Pemkot Tegal Wartono, siang itu sedang ganti oli. Selaku petugas, dia pun diminta oleh tim untuk ikut mengoperasi penyakit masyarakat. Bahkan, salah seorang petugas operasi lalu membonceng di belakang sepeda motornya. Karena terbukti menjual kupon, Seno tak bisa berkutik. Selanjutnya dia dimasukkan ke dalam mobil. Sebelum itu, Seno diminta menunjukkan pemasok kupon. Dengan cepat tim menuju ke rumah Hao di Jl Bali. Namun ternyata yang bersangkutan tak ada. Hao belakangan berhasil diamankan di belakang kompleks Gudang Garam, Kelurahan Panggung, di rumah orang tuanya. Tim kemudian meminta tersangka untuk menunjukkan rumah agen kupon bernama Heri. Tanpa menemui kesulitan yang berarti, Heri pun diciduk di rumahnya di kompleks Gudang Garam. Satu-satunya yang gagal ditangkap oleh petugas adalah bos judi togel. Ketiga tersangka mengaku tak mengetahui siapa bos yang ada di belakang penjualan kupon togel itu. Ketiga tersangka itu kemudian dibawa ke Mapolda. Yang unik, saat petugas menggerebek rumah Heri, di rumah itu ada dua orang petugas. Tidak jelas benar kenapa dua polisi siang itu berada di rumah tersebut. Yang jelas, setelah digeledah, keduanya tak ikut dibawa ke Mapolda bersama ketiga tersangka. Selain kupon togel, petugas menyita barang bukti lain seperti sejumlah uang dan lembar rekap. Menurut keterangan, tidak satu pun personel Polresta Tegal yang disertakan dalam operasi tersebut. Kapolresta AKBP Drs Darwin Butar Butar melalui Kasat Reskrim AKP Budi Samekto ketika dimintai konfirmasi mengaku tidak mengetahui operasi pekat yang dilakukan tim Polda Jateng tersebut. Selain itu, pihaknya juga tidak mendapatkan laporan ataupun pemberitahuan dari Polda Jateng. (aj-49n) |