logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 4 November 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Penambang Liar Abaikan Teguran

BOROBUDUR-Teguran dari Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Magelang agar tak ada mengeruk pasir di Kali Bagor, lereng Gunung Merapi, tak digubris para penambang ilegal.

Teguran itu hanya mereka patuhi sehari. Namun keesokan harinya mereka ramai-ramai menaikkan lagi alat berat atau begu ke Kali Bagor yang rawan bencana Merapi. Begu yang mereka datangkan delapan unit.

"Teguran itu atas perintah Bupati Magelang Drs H Hasyim Afandi setelah mendapatkan rekomendasi dari BP3M," kata Drs Joko Subdiyo MT, Koordinator Badan Pengedali Penambangan Pasir Merapi (BP3M), Senin (3/11).

Beberapa penambang mengemukakan begu yang digunakan di Kali Bagor setelah muncul teguran dari Pertambangan dikelola Budiono, Surya Mandiri, Sapu Jagad, Sanjaya, dan warga Ngargomulyo.

Untuk mengatasi persoalan itu dari aspek hukum, Kantor Pertambangan dan Energi berkoordinasi dengan instansi terkait.

Kali Bagor disergap banjir lahar Jumat (10/10) sore. Saat itu ada enam begu mengeruk pasir dan enam truk parkir antre untuk membeli pasir. Satu begu milik Budiono, Tegalrejo, tertimbun pasir. Dua truk juga terjebak pasir, sedangkan begu dan truk lain dapat diselamatkan.

Joko mengemukakan, Kantor Pertambangan saat ini menganalisis dari aspek yuridis penambangan pasir Merapi. "Pasal-pasal apa dalam Perda tentang Penambangan Pasir yang dilanggar. Juga aturan lain yang lebih atas."

Demikian pula pelanggaran pelimpahan penambangan ke pihak lain. Apalagi sikap yang melimpahkan seolah-olah sangat berwenang.

Dia menyatakan Vulkanologi memberian batas lokasi penambangan yang aman dan berbahaya. Instansi itu tak akan memberikan rekomendasi permohonan penerbitan surat izin penambangan daerah (SIPD) dengan lokasi di atas batas aman.

Kali Bagor, kata dia, berada di atas hulu Kali Blongkeng. Di sana banyak timbunan pasir karena menjadi terminal luncuran lava pijar atau awan panas yang mengandung banyak pasir.

Penambangan pasir di sana berbeda dari di lokasi lain. Di Kali Bagor tak perlu menggali, tetapi tinggal mengeruk. Sebelum puasa begu yang digunakan di sana enam unit. Setiap unit bisa menjual 15 truk pasir.

Pada bulan puasa truk pembeli pasir berkurang dan begu bertambah. Ancaman bahaya Merapi yang selalu mengintip pada musim hujan ini pun tidak imbang dengan pemasukan yang diperoleh. (pr-81g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA