
| Sabtu, 1 November 2003 | Surat Pembaca |
Tugu Peluru Klaten Kepahlawanan Heroik
Saya anak Klaten asli, dilahirkan dan dibesarkan di Klaten. Dari tahun 1950 pergi bekerja ke luar daerah dan pada tahun 1980 pulang Klaten karena sudah pensiun. Saya bangga tapi juga prihatin. Saya bangga karena Pemkab memberi nama jalan kepada para pahlawannya. Antara lain Sersan Sadikin, Kopral Sayom dan Kopral Sudibyo yang gugur di medan laga melawan pasukan Belanda. Saya teman dan saksi hidup yang bisa bercerita dari A sampai Z. Namun sayang nama Jl Sersan Sadikin di perempatan GOR ke utara dan Jl Kopral Sayom ring road dan Jl Kopral Sudibyo sampai ke Desa Jetak lor, semuanya tidak nampak lagi. Kedua, Tugu Peluru yang dibangun tahun 1948 dan dihancurkan tentara Belanda, sesudah penyerahan kepada Pemerintah Republik Indonesia akhir tahun 1949, tugu tersebut dibangun kembali. Tahun 2003 tugu direnovasi dan diberi relief. Saya prihatin dan hati saya selalu galau melihat relief tersebut karena kejadiannya tidak seperti itu. Sekali lagi saya saksi hidup dan ikut mengangkat Mas Sayom yang gugur ditembus peluru Cal 12,7 dari pesawat Mustang Belanda. Mohon Pemkab Klaten memberikan nama jalan pahlawannya yaitu API Suhardo yang gugur di medan laga saat bertempur melawan pasukan Belanda di atas jembatan Sobrah, jalan ke Jimbung. Salah satu saksi hidup Sdr Suroso sampai sekarang masih menyimpan peluru Belanda yang mengeram di dalam perutnya. Hal ini saya sampaikan agar generasi penerus mengerti sejarah pahlawan secara benar. Soenarto
***
Menyambut Undip Menjadi BHMNSetelah melalui berbagai upaya dan pendekatan akhirnya Undip Semarang ditetapkan menjadi BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Dan sejak ditetapkan memiliki otonomi mengelola perguruan tingginya. Tentu hal ini tidak terpisah dari kemampuan dan karisma rektor Prof Ir Eko Budihardjo MSc. Terkait dengan BHMN, posisi Undip sama dengan UI, UGM dan ITB serta Unpad. Namun demikian untuk meraih seperti mereka, Undip memerlukan upaya, pendekatan dan strategi tertentu. Saya sampaikan hal antara lain: Pemanfaatan potensi internal semaksimal mungkin.termasuk para dosen sebagai motivator bagi bangkitnya motivasi ekonomi civitas academica. Juga pemanfaatan perpustakaan sebagai profit center yang dilengkapi web site dan web library . Melibatkan elemen masyarakat yang terkait dengan pendidikan untuk bekerja sama dalam proyek kemasyarakatan yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Menjalin kerja sama dengan perbankan. Untuk memperoleh dukungan finansial proyek yang telah dikaji maka proyek harus bermanfaat bagi Undip maupun bagi masyarakat. Undip perlu mempertahankan supremasi akademis maupun keunggulan komparatif. Ismono Dwi Atmanto
***
Tanggapan IOSOC
Membaca Surat Pembaca 11 Oktober 2003 berjudul "Kecewa Layanan IOSOC" dari Bapak Mulyadi Jl Kusumawardhani H 27 Semarang kami sebagai pemilik perlu menjelaskan : Saat Bapak datang kebetulan saya sedang keluar kota sehingga tidak bisa memberi keterangan jelas. Saya terima kasih atas kritik dan sarannya sehingga lebih baik dalam pelayanan. Saya tidak bermaksud menipu, karena itu berani memberikan alamat jelas. Walau jauh dari kota tetapi untuk mendapatkan informasi tidak harus ketinggalan dengan orang kota. Dengan susah payah saya mengumpulkan berbagai informasi mengenai data alamat pemberi bantuan modal dan bea siswa serta buku-buku. Bahan tersebut dari berbagai media massa, kedutaan besar negara-negara sahabat dan saya bukukan berjumlah lebih dari 400 alamat lengkap dengan prosedur dan contoh proposal. Data tersebut akurat dan terpercaya saya berani menjamin. Ada beberapa orang yang telah berhasil mendapatkan bantuan modal melalui informasi saya salah satunya Bapak Kusmiyono dari Semarang berhasil mendapatkan dana Rp 100 juta. Bila berhasil maka uang Rp 75.000 sangat kecil, sebagai ganti kopi buku, biaya iklan, dan jerih payah saya dalam menggali informasi. Subagyo (Pemilik IOSOC) *** CPNSD Jangan Nakal-nakalan
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Cilacap dibuka. Ribuan pelamar meramaikan bursa ini. Padahal yang diterima paling hanya ratusan. Berarti setiap kursi diperebutkan ratusan orang. Sangat sulit dan kompetitif memang, namun apa salahnya mencoba. Kalau perekrutan dilakukan fair tidak soal. Namun akan menjadi masalah manakala terjadi rekayasa di dalamnya. KKN tentunya, seperti terjadi waktu lalu. Yang lebih parah bila momentum tersebut dijadikan lahan bisnis oleh oknum tertentu. Dengan membayar sekian puluh juta rupiah dijamin masuk seleksi. Akhirnya sumber daya manusia terabaikan, kalah dengan sumber daya uang. Untuk itu saya sebagai bagian dari masyarakat Cilacap meminta agar penyeleksiannya dilaksanakan dengan jujur, adil dan transparan. Diawasi Bawasda mau tim independen agar praktik KKN bisa dieliminasi. Saya mohon juga kepada para anggota Dewan ikut mengawasi seleksi, jangan malah terhanyut praktik KKN. Diharapkan hasilnya memuaskan, tidak kontroversial dan benar-benar mengacu pada SDM. Perekrutan juga harus mengacu pada skala prioritas. Para tenaga honorer yang masa baktinya sudah lama dan berpengalaman sebaiknya diprioritaskan. Hal ini untuk menghargai jerih payah mereka mengabdi kepada masyarakat dan negara. Juga untuk mengangkat perekonomian mereka karena kebanyakan honorer pasti mempunyai istri dan anak. Di sisi lain mengangkat tenaga honorer berarti keuntungan bagi Pemkab. Sebab mereka berpengalaman dalam pekerjaannya dan tidak perlu latihan lagi. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan menjadi masukan bagi pihak-pihak terkait. Dan yang paling penting pemberantasan KKN bukan merupakan lips service atau retorika belaka. Amir Yulianto
***
Salahkah Memilih Wakil di DPRD?
Pemilu lalu, kita memilih wakil-wakil untuk duduk di Gedung Berlian dengan harapan membawa perubahan besar setelah era orde baru. Ya, partainya wong cilik berhasil meraih suara terbanyak untuk duduk di DPRD. Perubahan besar itu harapan partainya wong cilik, partainya sandal jepit tentu akan memikirkan wong cilik. Hampir tak terasa, sebentar lagi pemilu datang, tentu mereka para kader partai akan mempersiapkan kembali agar dapat mendapat suara banyak, sehingga dapat menempati kursi-kursi empuk, mewakili kita (lagi) di Gedung Berlian. Wahai wakil kami di Gedung Berlian, moral Anda sekarang lagi disorot tajam karena ada berbagai kebijakan yang tidak berpihak ke rakyat. Studi banding keluar negeri dan penghapusan aset (dhem-dheman mobil). Masamu sebentar lagi akan berakhir, bekerjalah untuk rakyatmu. Buatlah kebijakan yang selalu dikenang rakyatmu. Apakah Bapak-bapak yang terhormat tidak menginginkan seperti itu? Untuk dewan partai pimpinan daerah, bisakah anda memilih wakil-wakil untuk kami di pemilu mendatang yang aspiratif bagi rakyat. Di mana setiap kebijakan yang dibuat selalu didukung oleh rakyat. Dikenang manis oleh rakyat? Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan rasa sakit hati saya ini. Drs Imam Sugito |