logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Sala  
Line

Hari Ini Tes Tertulis di 265 Lokasi

BALAI KOTA- Hari ini tes tertulis seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta dilaksanakan serentak di 265 lokasi. Tes rencananya diikuti 50.588 peserta yang dinyatakan lolos persyaratan administrasi.

"Tes dimulai pukul 08.00. Kapan selesai terserah masing-masing, tergantung pada penyelesaian soal," kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kota Heru Haryanto SH, Jumat (31/10) kemarin.

Pemasangan nomor ujian dilakukan sejak Rabu (29/10) lalu di 2.543 ruangan di 265 lokasi. "Untuk lebih efektif pemasangan dilakukan kepala sekolah setiap lokasi ujian. Sebelumnya kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Surakarta," kata Heru.

Soal tes, kata dia, akan didistribusikan dari posko induk di Balai Kota ke 265 lokasi ujian dengan 28 mobil dari Badan Kepegawaian Daerah. "Yang jelas besok pagi (hari ini-Red) semua peserta sudah mendapatkan soal di meja masing-masing," katanya.

Distribusi soal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dikawal, setiap mobil satu aparat Penegak Disiplin Kota (Gasita) dan Satpol PP. Untuk mengamankan tes seleksi, pemerintah menerjunkan 401 personel. Mereka dari Gasita, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), Polresta Surakarta, Kodim, dan pertahanan sipil (hansip).

"Kami berharap personel yang disiapkan ini bisa mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan. Kami juga berharap tak terjadi kebocoran soal."

Human Error

Soal komplain dari pelamar yang belum mendapat surat pengumuman, dia menyatakan semua sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur. "Panitia sudah mengirimkan pengumuman itu. Kemungkinan human error memang ada, tetapi sangat kecil."

Secara terpisah Mochtar Arifin, anggota panitia seleksi CPNS, menuturkan sedikitnya 30 pelamar mendatangi posko pengaduan, Selasa-Jumat (28-31/10) siang kemarin. Mereka menyatakan belum mendapat surat pengumuman dari panitia.

"Saya tidak tahu mengapa mereka tidak menerima. Padahal, sudah dikirim melalui Kantor Pos," kata dia.

Panitia pun langsung mencari informasi agar pelamar yang lolos persyaratan administrasi bisa mengikuti ujian. Panitia menanyakan alamat, foto diri, dan kode lamaran ke pelamar yang mengadu.

"Setelah itu panitia menelepon bagian komputer pusat di konsultan BKN di Solo. Kalau yang bersangkutan lolos akan dibuatkan kartu tes baru. Namun sebelumnya mereka harus mengumpulkan foto. Kalau tidak ada berarti memang tak memenuhi syarat administrasi."

Kartu ujian susulan, ujar dia, selesai kemarin. "Sebab, ada tiga kartu yang harus disertai foto. Yaitu, di meja, panitia, dan peserta. Foto yang dikumpulkan hari ini (kemarin-Red) kan harus ditempelkan di meja," ujar dia.(G13,G18-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA