logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Sala  
Line

Sejumlah Pelamar Belum Terima Panggilan

  • Ada Surat Masih di Panitia

BALAI KOTA - Hingga H-1 pelaksanaan ujian tertulis kemarin, puluhan pelamar CPNS di lingkungan Pemkot Surakarta belum menerima surat pengumuman lolos atau tidaknya mereka untuk ikut tes tertulis. Mereka yang belum menerima surat tersebut mendatangi posko pengaduan di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk meminta kejelasan.

"Saya belum menerima pengumuman seleksi administrasi. Jadi, saya tak tahu apakah lolos atau tidak. Padahal, panitia menjanjikan baik yang lolos maupun yang tidak, akan menerima surat pengumuman," ujar salah seorang pelamar yang mengaku berasal dari Kartasura.

Hal senada juga disampaikan beberapa pelamar yang belum menerima surat pengumuman yang ditemui wartawan di posko di Kompleks Balai Kota.

Mereka baru mendatangi posko pada Jumat (31/10) kemarin lantaran masih menunggu datangnya surat yang dikirimkan melalui jasa pos. Namun, karena satu hari menjelang pelaksanaan tes tertulis tak kunjung menerima surat, mereka akhirnya mendatangi posko.

Sejak pagi, kantor itu dipenuhi pelamar yang mengadu belum menerima surat pengumuman. Mereka tetap diterima petugas posko pengaduan, meski sesuai dengan ketentuan, komplain hanya bisa diterima pada 23-27 Oktober lalu.

"Memang sudah diumumkan Pemkot, bila mengajukan komplain hanya dilayani hingga Senin (27/10) lalu. Namun, kami masih menunggu datangnya surat hingga hari ini (kemarin-Red). Setelah H-1 saya baru tahu bahwa suratnya tak datang," kata pelamar lain yang mengaku berasal dari Sragen.

Banyak Melapor

Dia menyebutkan, setiap hari hampir selalu ada pelamar yang melapor belum menerima surat pengumuman. Mereka mempertanyakan mengapa suratnya tak kunjung datang, padahal pelamar lain sudah menerimanya. Setelah mengadu, mereka diminta menunggu untuk dicari nomor ujiannya di komputer pusat. Panitia menjanjikan proses itu berlangsung cepat dan siang harinya sudah selesai. Setelah menemui petugas, mereka hanya duduk-duduk di kursi yang tersedia di bagian depan kantor.

Pelamar yang mengaku asal Sragen menduga kesalahan ada di pihak panitia yang belum mengirimkan surat pengumuman. Dia mengatakan, hingga Rabu (29/10) lalu, panitia masih menyisakan surat yang belum dikirimkan ke kantor pos. Hal itulah yang dia duga sebagai penyebab sebagian pelamar belum menerima surat.

"Dari informasi yang saya dengar, seharusnya surat-surat itu paling lambat dikirim pada Selasa lalu, tapi baru Rabu dikirim ke kantor pos. Katanya pula, kantor pos sudah tak bisa menerima, karena khawatir tak bisa mengirim tepat waktu," tutur dia.

Beberapa peserta juga menyayangkan mekanisme pemberitahuan yang disampaikan lewat pos. Hal itu mereka katakan sebagai salah satu penyebab hingga sekarang mereka belum menerima surat yang menentukan bisa ikut ujian tertulis atau tidak.

Mereka mengusulkan agar panitia menggunakan media cetak untuk mengumumkan siapa yang lolos seleksi, sehingga para pelamar langsung mengetahuinya. Panitia juga bisa menggunakan papan-papan pengumuman yang diletakkan di tempat-tempat tertentu. "Sebaiknya pengumuman siapa saja yang lolos melalui koran seperti pengumuman peserta ujian masuk PTN," ujar pelamar dari Kartasura. (G18,G13-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA