logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Berita Utama  
Line

Kronik 2004

PDKBI Gagal Jadi Kontestan

JAKARTA- Departemen Kehakiman dan HAM menilai, Partai Demokrat Kasih Bangsa Indonesia (PDKBI) tidak dapat mendaftarkan diri sebagai partai politik peserta Pemilu 2004. Alasannya, meski PDKBI merupakan partai baru sebagai perubahan nama dari Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) yang sudah disahkan sebagai badan hukum, tapi tidak sertamerta menyebabkan PDKBI bisa menjadi kontestan pemilu.

''Sebab pengesahannya sebagai badan hukum, yang dikeluarkan Menteri Kehakiman dan HAM, diberikan kepada PDKB, bukan kepada PDKBI,'' kata Menkeh-HAM Yusril Ihza Mahendra di kantornya, kemarin.

Masalah PDKBI mengemuka, menyusul pertanyaan berbagai pihak di media massa dan surat yang dikirim Prof Dr Tunggul Sirait soal kesimpangsiuran status badan hukum PDKBI. Sebelum ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sudah meloloskan PDKBI dalam tahap verifikasi administratif juga akan minta klarifikasi kepada Depkeh-HAM. Pasalnya, Depkeh-HAM hanya mengakui keabsahan badan hukum PDKB, bukan PDKBI. (bn-48)

PDI-P Siap Garap Pasar Jatim

BANDUNG-Menjelang Pemilu 2004, upaya menggalang dukungan digelar parpol tertentu melalui sejumlah tokohnya dengan banyak turun ke daerah. Setelah Ketua PAN Amien Rais, tokoh senior PDI-P dan suami Presiden Megawati, Taufik Kiemas juga akan melakukan kunjungan ke "kantong-kantong" NU di Jawa Timur.

Kabar rencana Taufik Kiemas itu disampaikan orang dekatnya yang juga Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahyo Kumolo, akhir pekan lalu di sela-sela penutupan Pekan Anggrek Nasional di Bandung. "Daerah yang sudah pasti adalah Jombang dan Malang. Waktunya Ramadan ini, Pak Taufik akan ke sana," katanya.

Yang jelas, kata dia, Taufik sendiri mempunyai agenda menggelar pula pertemuan dengan ulama Jawa Barat di Bandung. "Agendanya? Kami ngobrol aja. Apa tidak boleh umaro bertemu ulama," kata Taufik Kiemas. Dia juga menegaskan bahwa serangkaian pertemuan dengan ulama bukan titipan Presiden AS George W Bush. "Lho waktunya saja sedikit untuk ngomong sama dia. Bukannya ulama sudah berbicara dengan Bush."(dwi-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA