
| Sabtu, 1 November 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Perampokan Berdarah, Anggota TNI Tewas
UNGARAN- Perampokan berdarah terjadi di Jl Jenderal Sudirman, tepatnya di depan RM Takano Juo Ungaran, Jumat (31/10), pukul 10.00. Perampok yang menggunakan pistol (jenisnya belum diketahui) menembak mati Koptu Alit Subagyo (36), anggota Koramil Ungaran yang baru saja pulang dari latihan bola voli. Selain itu, keempat pelaku yang berboncengan dua sepeda motor Yamaha RX King dan menggunakan helm cakil serta berjaket hitam juga mencederai Sri Suprapto (32), sopir sekaligus karyawan PT Mega Safe Tyres Industry (PT Mega Rubber-Red) Semarang. Suprapto terluka di tangan kanan dan kepalanya terserempet peluru. Sedangkan uang Rp 230 juta yang akan dibawa ke PT Mega Ship Salatiga dibawa kabur pelaku. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pagi itu empat karyawan PT Mega Rubbber Watugong, Semarang ditugasi mengirim uang Rp 230 juta untuk membayar gaji ratusan karyawan Mega Ship di Salatiga, yang masih satu grup dengan PT Mega Rubber. PT Mega Ship baru beroperasi beberapa bulan. Keempat karyawan itu adalah sopir Sri Suprapto, satpam Turahman, dan dua orang kasir Angka Wijaya dan Susan. Mereka menumpang Isuzu Panther H-7865-FH. Menodongkan Pistol Suprapto, warga Pudakpayung, Banyumanik, mengatakan, saat keluar dari PT Mega Rubber Watugong, dia tidak merasa dikuntit orang. Namun, setelah sampai di daerah Babadan, Ungaran ada pengendara RX King yang menyalip dan menodongkan pistol padanya. Dia langsung tancap gas, tapi pengendara RX King itu terus memburunya dan akhirnya melepaskan tembakan. Tangan kanan Suprapto terkena peluru, tapi dia masih bisa mengemudikan mobilnya. Tapi, karena tidak kuat menahan sakit, korban tidak dapat mengendalikan laju mobil hingga kendaraan itu menabrak pagar dan masuk ke selokan dekat bengkel las milik Puryono (34). Melihat korban tak berdaya, salah satu perampok mengambil uang yang dibawa Susan. ''Saat dia mengambil uang yang dibawa Susan, dia melangkahi saya,'' tutur Suprapto yang masih kesakitan. Dia dilarikan ke RS Elizabeth Semarang dan kemarin petang menjalani operasi di ruang bedah. Beberapa kerabatnya tampak datang membezuk. Wartawan tak diperbolehkan ikut menjenguk karena kondisi korban masih labil. Puryono, salah satu saksi yang juga korban penodongan mengatakan, dirinya tidak tahu kalau ada perampokan. Saat itu dia masih berada di kios bengkel lasnya, tiba-tiba dari arah utara terdengar suara ledakan serta suara mobil yang menabrak pagar samping bengkelnya hingga masuk selokan. Mengetahui hal itu, dia segera mendekat dan membuka pintu mobil untuk menolong pengemudinya. Saat sedang membopong Suprapto, tiba-tiba dari arah belakang dia ditodong dengan pistol oleh salah satu perampok. Dia terpaksa melepaskan tubuh pengemudi dan tanpa banyak bicara langsung menuruti perintah perampok itu untuk tiarap. Saiful, salah satu temannya yang ikut menolong malahan sudah ditembak kakinya, namun tidak kena. Pada saat kejadian, kebetulan Koptu Alit Subagyo yang sedang melewati jalan itu melihat ada mobil menabrak tembok dan bermaksud menolongnya. Namun nahas, saat akan mendekati lokasi kejadian, langsung ditembak di bagian punggung sebelah kiri. Anggota TNI yang berdinas di Koramil 14 Ungaran Kodim 0714 Salatiga itu tersungkur. Sementara itu Kapolres Salatiga AKBP Drs Wanto Sumardi SH menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap keempat perampok itu. Sedangkan petugas penyidik yang memeriksa mobil korban mengatakan, di kaca sebelah kanan terdapat lobang bekas peluru. Selain itu, kaca mobil pecah dan dibangku mobil terdapat ceceran darah dari korban penembakan. Yanto Arek Suasana di pabrik ban PT Mega Safe Tyres Industry Jl Perintis Kemerdekaan 88-92 Watugong, Semarang kemarin siang tetap berjalan seperti biasa meski empat karyawan perusahaan itu baru saja mengalami musibah, dirampok empat penjahat berpistol saat sedang membawa uang gaji untuk karyawan perusahaan di Salatiga. Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi belum dapat memastikan kelompok mana yang beraksi. Jika melihat modus yang digunakan, ada kemungkinan mereka sisa anak buah gembong perampok Yanto Arek yang melarikan diri. Yanto Arek dan beberapa anggotanya seperti Embing kini sudah ditahan di Polda Jateng. Bisa juga mereka adalah kelompok lain yang lama ''istirahat''. (H4, G3-63) |