logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Nuansa Ramadan

Bersarung Ikuti Musyawarah Ganti Rugi

TEGAL-Suasana Ramadan mewarnai musyawarah ganti rugi tanah jalan lingkar utara (by pass). Ketika Tim Pembebasan Tanah mengadakan musyawarah di Balai Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, kemarin, banyak pemilik tanah yang memenuhi undangan tim tidak mengenakan celana panjang, melainkan bersarung.

Saat berlangsung musyawarah, warga terlihat kerap menengok ke arah jam dinding yang digantungkan pada tembok bagian belakang balai kelurahan. Ternyata mereka umumnya mengharapkan agar musyawarah cepat selesai.

Rupanya, mereka ''dikejar'' untuk segera mengikuti acara pengajian. ''Kami datang kemari setelah selesai shalat Tarawih,'' ujar Budiyono.

Karena larut dalam suasana Ramadan ini, kata Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) yang juga Sekretaris Tim, pertemuan tidak bisa dimulai tepat waktu.

Baik Didi, Asisten I Dra Emma Fatimah, maupun Kepala BPN Drs Heru Diyanto S MM yang mewakili Pemkot, menggunakan momentum puasa untuk mengingatkan soal kemuliaan hati orang yang beribadah.

Meski demikian, Emma Fatimah yang juga Ketua Tim Pembebasan Tanah, mengingatkan agar pemilik tanah tidak suuzan (berburuk sangka) terhadap kerja tim. Dia pun bersumpah, timnya tidak mendapat imbalan apa-apa dari pekerjaan yang memeras pikiran itu.

''Paling kami mendapatkan honor resmi selaku tim Rp 10.000,'' ujarnya.

Khawatir musyawarah berlangsung bertele-tele sehingga akan mengganggu tadarusan, warga asal Kelurahan Muarareja dan Pesurungan Lor menyerahkan kepada Masykuri, pensiunan karyawan BPN (dulu Agraria) untuk menjadi juru bicara, saat warga menurunkan tawaran gantri rugi.

Beberapa wanita pemilik tanah yang hadir di balai kelurahan juga tampak sering gelisah kalau musyawarah molor. Ini karena selama Ramadan mereka harus tidur lebih awal. Sebab, dini hari harus bangun menyiapkan makan sahur.

Menurut Didi, tim kini sudah mengadakan musyawarah tiga kali. Yakni sekali di Balai Desa Kaligangsa Brebes, yang saat itu kebetulan menjelang puasa, kemudian kali kedua di Balai Kelurahan Pesurungan Lor, pada Ramadan ini.

Kemarin malam (31/10), tim bergeser ke timur, tepatnya di Balai Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat. ''Kami mengadakan musyawarah pada bulan Ramadan bukan dengan maksud tertentu, melainkan waktu luang memang hanya ada pada bulan itu,'' ujarnya. (aj-49s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA