
| Sabtu, 1 November 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Kelompok Usaha Margi Utami Membuat Stick Tempe KejuMAKANAN ringan yang aneka ragam serta minuman sirup nanas dan sirup sirih menjadi andalan Kelompok Usaha Margi Utami Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat. Meski beranggotakan 18 orang, kelompok ini ternyata memiliki perjalanan panjang. ''Bermula dari kelompok pendengar pembaca dan pirsawan dengan nama Jati Utami dan dibentuk pada 1992, di bawah binaan Departemen Penerangan,'' ungkap ketuanya Ny Kuniah Irfangi saat menerima anggota Pokja II PKK Kelurahan Sokanegara Kecamatan Purwokerto Timur. Rombongan Pokja II Sokanegara yang dipimpin Lurah Drs Lukman Nazarudin itu ingin belajar mengenai kegiatan usaha yang dilakukan Margi Utami. Dikatakannya, pada tahun 1997 kelompok ini pernah menjadi juara Tingkat Kabupaten Banyumas, Tingkat Provinsi Jateng, dan Juara Nasional. Namun, sejak Depertemen Penerangan dilikuidasi, namanya berubah menjadi Kelompok Usaha Margi Utami. Pada krisis ekonomi lalu, anggota kelompok mendapat bantuan dana dari PDMDKE untuk 10 orang, masing-masing Rp 100.000. ''Mereka sepakat jika bantuan itu digabung sebagai modal kerja karena anggota kelompok sebagian adalah ibu rumah tangga.'' Kue Kering Menurut Ny Kuniah yang juga Lurah Karanglewas Lor, berbekal modal itu mereka membuat makanan kering serta minuman sirup nanas dan sirih. Namun sirup nanas dan sirih justru kalah bersaing dengan produk yang berkemasan lebih menarik, apalagi tidak menggunakan bahan pengawet. Akhirnya, kelompok sepakat untuk menekuni pembuatan kue kering untuk cemilan. Di antaranya, cheese stick, pastel abon, telur gabus, kacang molen, manggaran, steak tempe, kue tanduk, dan widaran. ''Kami memproduksi kue kering itu berdasarkan pesanan, terutama dari keluarga yang akan hajatan khitanan atau pernikahan.'' Kegiatan usaha dipusatkan di rumah Ny Kuniah yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Karanglewas. Anggota kelompok bekerja mulai dari pukul 08.30 hingga 16.00. Mereka juga mendapat upah kerja karena semua kegiatan produksi dikerjakan secara gotong royong. ''Menjelang lebaran pesanan meningkat dan sering kali kami kewalahan. Untuk pertengahan November 2003, kami sudah tidak melayani pesanan, karena masing-masing anggota mempersiapkan untuk keluarga.'' Inhub Universitas Jendral Soedirman Purwokerto telah memberikan pembinaan untuk membuat stick tempe keju. Kelompok hanya diizinkan untuk memproduksi stick tempe dengan merek Inhub dan atas nama kelompok dengan merek Srikandi. Adapun kegiatan pemasaran dilakukan oleh Inhub. ''Kami hanya membuat stick tempe berdasarkan pesanan Inhub.'' Kini kelompok merintis koperasi setelah mendapat pelatihan dari Disperindagkop. Anggota selain anggota kelompok juga para pedagang di sekitar pasar sebanyak 27 orang. ''Kami mendapat bantuan modal Rp 3.125.000.'' (Anton Soeparno-34i) |